Baju dan Kopyah Sakti

p_20170115_0145061

Songkok tradisional, usia 5 tahun

Hayo siapa yang pernah ke Pasuruan? Sebuah wilayah yang ukurannya medium dengan aneka lika-liku kehidupan dan gemerlapnya.

Pasuruan terkenal dengan kota santri. Ada juga yang menjulukinya sebagai kota begal. Setidaknya, saat saya makan di warung dan ketemu mas-mas berumur 25 tahunan dengan logat medok maduranya bertanya kepada saya apakah jalur yang akan dia lewati aman dari aksi begal. Hmmm, mungkin ini yang menjadi salah satu alasan kota Pasuruan disebut sebagai kota begal. Tunggul dulu kawan! Begal itu ada di mana-mana, tidak hanya di Pasuruan, dan Pasuruan tetaplah kota yang apik dan penuh kenangan dan pasti akan membuat betah siapa saja yang tinggal di sana. Tidak percaya? Coba sebulan atau 2 bulan dan kalian pasti akan langsung jatuh hati!

Intro artikel ini kepanjangan menurut saya, ah tapi sudahlah saya akan tetap bercerita tentang baju dan kopyah sakti. Selama saya tinggal di kota Pasuruan, saya mengalami banyak hal janggal, termasuk mengalami hmm, piye ngomonge. Anggap saja begini. Suatu ketika, saya pernah mau ke Malang dari Pasuruan dan kebetulan saya mengenakan kopyah putih saya. Saat saya berada di pertigaan Pengkol (salah satu daerah di Pasuruan), pas lalu lintas sedang padat-padatnya dan saya sungguh agak tergesa-tegas, tidak diduga-duga tiba-tiba ada sopir truk dari arah barat dan langsung memberhentikan truknya di tengah-tengah jalan. Tak sampai di situ, si sopirnya pun turun dan mengaturkan lalu lintas untuk saya. Nah aneh kan? Pertama saya sudah GR sendiri, jangan-jangan saya ini orang sakti. wkwkwkwkwkwkw 😀

Beberapa minggu kemudian, ada kejadian aneh lagi. Waku itu saya mau bowo (datang ke pernikahan teman) di kota Pasuruan dan kebetulan kami berempat saja; saya, istri, Daniel, dan Nabiel. Waktu itu, saya memakai kopyah hitam dan baju koko hitam. Saya pun sampai di pertigaan purut dan ingin mengambil belokan kanan dan tidak disangka-sangka, tiba-tiba ada mobil dengan kecepatan tinggi yang nyelonong jalur saya dan saya pun ngerem mendadak, si pemilik mobil yang nyelonong tadi pun ngerem mendadak. Si pemilik mobil tidak terima dan sudah keluar dari mobil sambil misuh-misuh JANXXXXXK, MATXXXXXMU, dan diulang-ulang sambil ngomel ke arah mobil saya. Saya pun membuka kaca mobil saya dan saya melihat ke orang tersebut. Tahu apa yang terjadi? Orang tadi tidak jadi misuh-misuh dan marah. Dia langsung cepat-cepat balik ke mobilnya dan langsung tancap gas tanpa sepatah kata pun. Lagi-lagi, saya GR, jangan-jangan saya ini orang sakti wkwkwkwkwkw. 😀

Nah, lagi-lagi, saya menemukan kejadian aneh lagi. Terus terang, saya tidak bisa rapi. Saya lebih banyak memakai kaos atau baju slengean ketimbang memakai pakaian rapi apalagi pakaian yang menunjukkan kesalehan seseorang dari segi fisik. Sebut saja, baju koko, baju gamis, dll. Nah, tadi siap kebetulan saya diajak istri saya untuk membeli kebutuhan makanan dan kebetulan saya memakai baju koko hitam. Saya pun santai-santai saja karena memang tidak ada yang aneh dengan pakaian seperti ini. Lagi-lagi, pak tukang parkirnya yang sudah sepuh, tidak berani menarik uang parkir mobil. Saya pun tetap meyodorkan uang 5 ribuan karena saya sudah menaruh kendaraan saya di lahan dia. Tahu apa yang terjadi? Dia mengembalikan kembalian saya tadi menggunakan dua tangan. Tangan kanan memegang uang, tangan kiri memegang tangan kanan. Nah! Dari kesekian kejadian ini, saya pun jadi sadar ternyata yang membuat orang takut atau segan di Pasuruan itu bukan karena saya sakti (sakti dari Hong Kong? wkwkwkw 😀 ), tapi sebuah atribut pakaian yang saya pakai. Kalau di kota lain, hmmm saya kurang tahu.

Nah kawan-kawan yang hendak ke Pasuruan, jangan lupa sangu peci/kopyah dan baju yang tampak agamis. Setidaknya, begal akan segan, orang di sekitar kita akan hormat. Aneh kan kota Pasuruan? 😀

Advertisements

Napak Tilas Sayyid Arief [Sejenak]

Sabtu ini, tanggal 7 Januari 2017, sungguh pengalaman pertama dan juga seperti memenuhi janji saya beberapa tahun lalu; saya akan mengunjungi tempat-tempat disemayamkannya para waliyullah di Pasuruan menggunakan kendaraan pribadi saya dan saya kendarai sendiri.

Sore itu selepas servis mobil, saya langsung menuju lokasi untuk untuk ziarah kubur ke Segoro puro. Di lokasi ini, ada tiga waliyullah penyebar agama Islam di daerah ini.

p_20170107_155355

Dari arah Probolingo

Jarak dari plakat ini menuju lokasi ada sekitar 2,5 km, jalan pelan saja mengikuti arah yang ada, nanti akan sampai di lokasi dengan sendirinya.

Akhirnya saya sampai di lokasi dan berhasil mengambil beberapa foto untuk saya abadikan. Kalau di tempat-tempat lain, pengambilan foto ini sangat terbatas. Kalau di Segoropuro ini, tidak ada juru kuncinya, sehingga bisa mengambil foto dengan bebas. Oya, kawan-kawan, sebaiknya tidak mengambil foto kalau tidak dengan niat yang jelas. Saya sudah izin dengan para penghuni di sana.

 

p_20170107_160835

Bagian bawah masjid – ini bagian tertinggi dari lokasi makam Mbah Sayyid Arif

p_20170107_161056

Ini angle dari atas ke bawah, lumayan turun-naiknya.

Saya pun ngashar sebentar di masjid ini dan melanjutkan perjalanan ke maqbaroh Mbah Sayyid Arif

p_20170107_161854

Jalan menuju makam

p_20170107_161916

Ini juga jalan menuju makam, kalau tengah malam lumayan seram, tapi bagi orang beriman, setan tak mempan

p_20170107_162124_bf

Pendopo makam Mbah Sayyyid Arif (Pintu Masuk)

p_20170107_163650_bf

Makam Mbah Sayyid Arif. Sekadar info, bapak yang duduk di sebelah saya tidak TIDAK SEDANG SHOLAT, beliau NGAJI ALQURAN. Jadi jangan suka menuduh yang bukan-bukan.

p_20170107_163736

Mas ini juga sama. Ada tulisan di sana; DILARANG TIDUR, SHOLAT, DLL DI MAKAM. Jika ada sebagian golongan yang mengatakan orang berziaroh ini sholat di kuburan, semoga cepat-cepat diberi hidayah. AMIN 100000X

p_20170107_163804

Gambar jelasnya, biar tidak salah paham 

Perjalanan pun lanjut ke makam Mbah Sayyid Abdurrahman. Lokasinya ada persis di bawah lokasi makam Mbah Sayyid Arif, seakan-akan menunjukkan kelasnya. Di makam Mbah Sayyid Abdurrahman ini, ada yang unik. Makam beliau ditumbuhi pohon yang sangat besar yang sudah berumur puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun, anehnya, tidak sedikit pun ada bagian makam yang retak. Subhanallah.

p_20170107_163846

Menuju lokasi 2 dan 3

p_20170107_164035

Penampakan lokasi Mbah Sayyid Abdurrahman dari atas

p_20170107_164054

Dari jarak agak dekat

p_20170107_164216

Inilah makam Mbah Sayyid Abrurrahman. Seperti yang saya gambarkan singkat di atas, di tengah-tengah makam Mbah Abdurrahman ditumbuhi sebuah pohon besar dan anehnya, tak sedikit pun makamnya retak atau pecah

p_20170107_164219

Dari sudut yang sama

p_20170107_164243

Dari sudut paling dekat

p_20170107_165241

Qosidah Salamullahi Ya Saadah ini diciptakan oleh Habib Abdullah bin Alwi Al Hadad. Qosidah ini biasa dibaca oleh para peziarah kubur di makam para Auliya 

Kadang saya sedih melihat kawan-kawan yang tidak benar-benar mengerti apa yang kami lakukan di makam para auliya, tetapi mereka sudah dengan tegas membuat gambar, lebih tepatnya mencatut gambar orang yang sedang berdiri di makam auliya dan dikelilingi orang yang duduk-duduk. Lalu, gambar itu diberi keterangan ‘Aliran sesat, sholat di kuburan’ Saya luruskan, para peziarah ini membaca doa ini sebagai penghormatan kepada auliya. Sekali-sekali masuk ke lokasi dan lihat sendiri, biar tidak selalu membuat berita hoax.

p_20170107_165251

Wahai tuanku, semoga salam (keselamatan) Allah tetap tercurah kepadamu – Kami hamba-hamba Allah datang kepadamu – Kami bermaksud bersentuhan dengan rohanimu dan mengharapkan berkahmu…………..

 

 

p_20170107_165533

Mushaf untuk para peziarah, biasanya membaca Yaasin dan tahlil

Acara napak tilas pun saya tutup dengan mengunjungi Mbah Kendil Wesi (Mbah Sonhaji) yang lokasinya persis berada di bawah makam Mbah Sayyid Abdurrahman

p_20170107_165830

Makam Mbah Kendil Wesi; sudah tampak bagus dan tidak menyeramkan seperti 3 tahunan yang lalu

p_20170107_165858

Penampakan dari dekat

كنت قد نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإنّها تزهد في الدّنيا وتذكركم الأخرة.
(أخرجه ابن ماجة 1-501

Artinya : “Dahulu aku melarang ziarah kubur, sekarang ziarahlah kalian semua karena sesungguhnya ziarah itu membuat kalian tidak tamak kepada dunia dan mengingatkanmu akan akhirat. (HR Ibnu Majah)

#bidah #sarkub #ziarahkubur #waliyullah #bid’ah #bid’ah #bid’ah #bid’ah #bid’ah

 

 

 

Ah! Aku Kena Santet!

Kalau kita berbicara tentang santet, pikiran kita pasti mengarah ke dunia mistis atau ke dunia para lelembut. Kalau demikian, pikiran Anda berarti normal dan waras! Kalau ada orang berbicara tentang santet, tapi pikiran Anda ingat rujak atau kopi, nah Anda harus memeriksakan diri Anda ke dokter karena ada kemungkinan besar ada salah satu bagian tubuh Anda yang mengalami korsleting. Lalu, santet itu apa sebenarnya?

Menurut sumber yang bisa dipercaya atau sebut saja Mbak Wiki (beliau membuka praktik sehari-hari di sini), santet adalah upaya seseorang untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh dengan menggunakan ilmu hitam. Santet dilakukan menggunakan berbagai macam media antara lain rambut, foto, boneka, dupa, rupa-rupa kembang, paku, dan lain-lain. Seseorang yang terkena santet akan mengalami cacat atau meninggal dunia. Santet sering dilakukan orang yang mempunyai dendam karena sakit hati kepada orang lain. Lagi, menurut sumber informasi yang dapat dipercaya atau langsung saja kunjungi ilmu alam untuk informasi lebih lanjut, ciri-ciri orang yang terkena santet adalah sebagai berikut:

  1. Gelisah tiada sebab
  2. Selalu merasa takut
  3. Berpikir yang bukan-bukan
  4. Melamun
  5. Malas dan suka kantuk
  6. Badan panas dan dingin
  7. Badan terasa tidak enak
  8. Sakit kepala
  9. Selalu mimpi menakutkan
  10. Ngilu atau nyeri saat berhubungan
  11. Susah tidur malam

Nah, kira-kira adakah gejala tersebut di atas pada diri Anda? Silakan dipikir-pikir sendiri.

Ngomong-ngomong tentang media santet dan gejalanya, saya jadi ingat blog saya saat ini. Setelah saya periksa satu-satu dari tahun ke tahun, saya dapati bahwa hanya ada 2 atau 3 artikel dalam kurun beberapa tahun. Wow, ini adalah prestasi kemalasan yang sungguh luar biasa!!! Atau jangan-jangan saya sedang terkena santet kalau mendasarkan kemalasan saya ini pada sumber yang saya sebutkan di atas. Tak sampai di situ saja, saya pun sering gelisah tanpa sebab saat ingin menulis artikel dan selalu merasa takut menemukan kesalahan bahkan sampai saya berpikir yang bukan-bukan dan akhirnya melamun sendiri tanpa melakukan apa pun. Parahnya lagi, rasa malas dan kantuk selalu mengikuti setelah itu dan badan rasanya panas dan dingin memikirkan ide apa saja yang mau saya tuangkan dalam artikel saya, kadang badan pun terasa tidak nyaman dan tak jarang saya pun merasakan sakit kepala yang menjadi-jadi. Saat tidur pun selalu mengalami mimpi buruk, tapi untungnya saya tidak pernah merasa ngilu atau nyeri saat berhubungan meski terkadang susah untuk tidur malam. Cuma saya masih bingung, apa korelasinya dengan malas menulis menggunakan media blog, kira-kira sang dukun menggunakan media digital apa ya?

Mengelola File dan Folder Order Terjemahan

Masih terngiang di telinga saya saat masih berstatus ‘pahlawan tanpa tanda jasa’. Seorang motivator mengatakan, ‘Every child is unique and special.’ Dan saya pun sadar bahwa saat ini kata ‘child’  harus saya samakan dengan kata ‘client’ dan jadinya ‘Every client is unique and special.’ Maaf agak lebay tapi semoga Anda setuju dengan kutipan saya. 😀

Saya tidak tahu pasti apakah Anda termasuk penerjemah dengan proyek bejibun, namun entah itu bejibun atau tidak, kita tetap wajib waspada [waspadalah, waspadalah — plagiat dikit gak papa ya].

Mari kita berimajinasi sedikit [saya mengajak Anda untuk berimajinasi dan membuat gambaran seakan-akan kejadian itu nyata adanya]. Anda saat ini adalah seorang penerjemah dengan 1 atau 2 klien. Nah, volume proyeknya pun tidak terlalu banyak. Saat mengelola file atau folder dari klien yang bersangkutan, tentu saja akan sangat mudah. Kita tinggal buat satu folder dan diisi folder yang lain di dalamnya yang di dalam masing-masing folder tersebut berisi file yang sudah atau akan diterjemahkan [maaf mbulet]. 😀

Idealnya, setidaknya menurut saya, kita sebaiknya membuat folder per tahun, per bulan, per klien, dan per nama PM [Project Manager] serta bisa juga diperinci per nama proyek untuk memudahkan pelacakan. Contoh kasusnya begini:

Anda memiliki 10 klien yang berbeda pada tahun 2012 ini. Proyeknya pun berbeda-beda dan dengan intensitas yang sangat tinggi pula [mulai aliran proyek itu sendiri sampai segala hal terkait proses administrasi – PO [Purchase Order], Invoice, Job Contract, dll]. Cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

Buat 1 Folder dengan nama PROJECT 2012 [atau nama lain yang mudah Anda ingat atau memudahkan pekerjaan pelacakan Anda]. Dalam folder ini, buatlah 2 folder lagi [1 untuk proyek yang sudah atau akan dikerjakan dan 1-nya untuk keperluan administrasi]. Contoh PROJECT 2012 –> PROJECT [berisi proyek terjemahan] dan PROJECT HISTORY [berisi adiministrasi proyek, seperti PO, invoice, TOP, dll]. Dari folder PROJECT tersebut Anda bisa masukkan 12 folder berdasarkan nama bulan [January-December]. Lalu, buat folder di masing-masing folder BULAN tersebut. Ilustrasinya:

PROJECT -> JANUARY -> CLIENT 1, CLIENT 2, CLIENT 3, CLIENT 4, CLIENT 5, CLIENT 6, CLIENT 7, CLIENT 8, CLIENT 9, dan CLIENT 10.

Lalu, di masing-masing subfolder [folder yang ada dalam JANUARY atau sebut saja folder CLIENT 1, CLIENT 2, dst.] buatlah folder lagi di dalamnya yang bergantung jumlah proyek yang dikirim oleh klien kepada Anda, berdasarkan urutan waktu pengiriman proyek. Contoh, CLIENT 1 mengirimkan 20 proyek dalam sebulan. Anda bisa membuat folder dalam CLIENT 1 dengan nama 1, 2, 3, dst. sampai 20 folder yang tentunya berisi berbagai file atau dengan nama yang menurut Anda unik. Begitu pun kalau CLIENT 2, 3, 4, dst. mengirimkan proyek pada bulan yang sama. Lakukan hal yang sama juga.

Nah, kalau ada satu klien/agensi yang memiliki beberapa PM dengan masing-masing proyeknya, bagaimana cara mengatasinya? Tunggu sebentar, apakah Anda pernah mengalami hal seperti ini? Anda berurusan dengan 3-4 PM yang berbeda padahal berada dalam satu atap [sebut saja agensi X dengan PM A, B, dan C]. Kalau kejadiannya seperti ini, Anda harus pandai-pandai mengelola arsip [gagal, uang melayang padahal keringat sudah bercucuran]. Apalagi kalau proyeknya bersifat ‘lu kerjain proyeknya dulu ya entar laporin ke gue habis itu’ , Anda harus membuat folder per PM dalam folder klien yang memiliki sistem kerja seperti ini, dan buatlah folder lagi dalam masing-masing folder PM. Ilustrasinya:

PROJECT –> JANUARY –> CLIENT 1 –> PM A, PM B, dan PM C: PM A [folder 1, 2, 3, 4, 5, 6, dst.], PM B [folder 1, 2, 3, 4, 5, 6, dst.], PM C [folder 1, 2, 3, 4, 5, 6, dst.].

Lalu bagaimana dengan folder terkait PO, invoice, dll. seperti yang saya sebutkan di atas? Kurang lebih prosesnya sama. Pasti bingung ya? 😉

Catatan:

Setiap penerjemah memiliki sistem administrasi sendiri. Contoh di atas adalah salah satunya. Jika Anda memiliki sistem administrasi yang lebih efektif dan canggih, monggo dibagi di sini. Saya akan dengan senang hati menyalin dan merekat tulisan Anda di sini. Sharing is wonderful and makes us alive…..

Memopulerkan bahasa Indonesia:

Folder –> Pelipat

File –> Berkas  

   

‘Tukang Pertalan’ Basa Jawa Saya Entek!

Iki tulisanku sing kapisan sing nganggo basa Jawa (nek ana salah ketik apa liya-liyane, nyuwun ngapunten nggeh?). Akhir-akhir iki aku sering entuk proyek pertalan basa Jawa nganti bingung dhewe amerga ndhuweni tangan mung loro lan sirah mung siji apa maneh aku ora sepira teteh nganggo basa Jawa :D. Lagi ae aku mari ngerampungake proyek basa Jawa sing jumlahe ana 30 ewuan tembung (Walah dalah, apa bisa ngerampungake sak mono okehe). Iki termasuke rekor dunia pertalanku sing paling sip markisip masio sakbenere sing ngerjakake kanca tukang pertalan liyane. Aku mung ngoreksi karo ndandani UI stringe sing mbulet-mbulet ora karuan. La terus ngendhi ceritane sing mbahas tukang pertalan saya entek?

Terus terang wae tukang pertalan basa Jawa iku jarang banget diminati amerga angel lan njelimet. Yen ngomong angel lan njelimet aku dadi eling jaman aku isih sekolah ing desaku mbiyen. Sing mecahno rekor kena res sabendina ya aku iki. hehehehe…Aku isih eling almarhum guruku (muga-muga amale diterima dening gustiAllah) sing sabar banget mulangi aku basa Jawa. Saben wayahe basa Jawa, aku dhewe sing mulih paling keri. Ora amerga aku pinter, tapi saking gobloke aku iki. Masak nulis jenenge dhewe ora bisa. Goblok tenanan aku iki. 😀

Diterusake ceritane tukang pertalan ya. Aku iki sakbenere geting banget karo basa Jawa tapi aku akhire sadar yen aku iki lahir ing tanah Jawa. Aku mulai belajar seneng dhisik banjur belajar tenanan (saiki tetep ae ora pinter-pinter :D).

Tau salah sijine wektu aku entuk tes basa Jawa. Aku bingung ora karuan amerga aku iki kan isih miwiti belajar. Akhire ya tak tolak wae tawaran iku tinimbang karo nyiksa awakku dhewe. Saka pengalaman iku mau aku akhire luwih mempeng belajar. Salah-salah thithik ora apa-apa tinimbang karo ‘ora salah babar pisan’. Niat iklas nguri-nguri basa Jawa tetep kudu dijaga supaya lawange padha bukak.

Ayo saiki itung-itungan gunggunge tukang pertalan basa Jawa. Akeh ngendhi tukang pertalan basa Indonesia tinimbang karo tukang pertalan basa Jawa?

Mangga dherek padha nguri-nguri basa Jawa warisan budaya kita!

Sakmono uga tulisanku iki. Nyuwun ngapura yen ana salah-salah tembung. *aku iki isih belajar :D*

Wabah Emi dan Ali

Di zaman yang serba maju dengan teknologi yang super cepat dan canggih, banyak ditemukan penyakit atau wabah jenis baru, mulai dari siti (Cityville), fahmi (Farmville) sampai yang baru-baru ini ditemukan dan konon katanya sampai bikin orang-orang tidak bisa tidur nyenyak. Betapa tidak, hanya dalam hitungan jam penyakit atau wabah ini bisa langsung menyebar luas di bumi kita ini, padahal kita tahu bahwa penyakit atau wabah ini datang dari negeri Paman Sam.

Waduh, serius amat yak. Semoga tidak ada dokter yang membaca tulisanku ini karena ditakutkan menimbulkan fitnah hehehe. Padahal, aku sebenarnya berbicara tentang ‘game online’ atau permainan daring yang saat ini sedang ‘panas’ dan jadi buah bibir.

Ya, penyakit atau wabah itu diidentifikasi sebagai penyakit atau wabah bandel yang bisa membuat orang ketagihan sampai bahkan tidak bisa tidur. Emi dan Ali adalah sebuah jenis permainan baru yang mengkombinasikan permainan Siti (Cityville) dan Empire Age yang waktu itu juga pernah ‘meledak’. Mulai dari anak-anak hingga kakek-kakek semuanya tahu dan kecanduan permainan ini. Mulai dari pemulung sampah sampai pemulung dollar semuanya rame memperbincangkan permainan ini. Lalu, apa pendapat mereka tentang hal ini sebenarnya?

Sebagian ada yang takut memainkan permainan ini dan sebagian ada yang asyik bahkan kecanduan dengan permainan ini. Mereka yang takut, khawatir bahwa permainan ini akan mengakibatkan ‘kemandulan’ kerja meski tak sedikit pula mereka yang produktif juga memainkan permainan ini. Aku salah satu pecandunya dan memiliki kesan serta pendapat bahwa semua tidak perlu ditakuti dan dihindari. Semua patut dicoba dan kalau kita takut akan kecanduan, tentu saja hal ini tergantung pintar-pintarnya kita saja dalam mengelola waktu.

Sebagai seorang penerjemah yang juga menggeluti bidang ini, menurutku permainan ini atau bahkan semua permainan patut dicoba dengan niat ‘meningkatkan kemampuan kita dalam menerjemahkan atau melokalkan sebuah produk atau permainan dalam hal ini.’ Pertanyaannya adalah bagaimana bisa sebuah permainan dihubungkan dengan kemampuan menerjemahkan? Coba kita lihat beberapa bahasa yang ditampilkan di bar (batang) halaman permainan ini. Ada bahasa Inggris, Indonesia, Swedia, dll.. Tentu saja ini adalah ulah dari para rekan kita penerjemah dan perlu kita ketahui bahwa menerjemahkan permainan butuh keterampilan atau detail ekstra agar para pengguna bisa dengan mudah memahami instruksi atau pesan yang ada. Selain itu, dengan memainkannya (syukur-syukur nanti kita kebagian untuk menerjemahkannya *ngarep.com), kita pasti mendadak jadi jutawan baru. Betapa tidak, dengan menerjemahkan satu permainan saja, katakanlah, Emi dan Ali (Empires and Allies), kita bisa mendapatkan dana segar minimal 10 juta rupiah. Apakah kalian percaya?

Ya, kalau kalian tidak percaya, maka aku akan minta tolong si penerjemah permainan Emi dan Ali menulis kesaksiannya di sini. Xixixixixixixixi

*ngeblog dengan ponsel pintar sambil cangkru’an

It’s me now!

Hello everyone!

My name is Ahnan Alex. Just call me Ahnan or Alex. I was an English teacher from 2004 to 2010 and a vice principal of one of the leading schools in my local area as well as have served as a freelance translator since 2006 to date. I am now fully focusing on translation industry and anything related to the languages, particularly English, Indonesian and Javanese.

I started my international career in the translation industry in 2010 and at the same time, I was approved as an official member of Association of Indonesian Translators (Himpunan Penerjemah Indonesia) in June 2010, contracted as a freelancer at Booking.com from July to date for English to Indonesian project, a Target Language Expert (TLE) at Avant Assessment LLC. for Indonesian and Javanese projects from August 2010 to date, a Web site localizer atwww.TranslatorsCafe.com for English to Indonesian from August 2010 to date and a freelancer at some agencies; Indonesia, India, Egypt, Kuwait, Singapore, Thailand, Hong Kong, China, Turkey, United States, Canada, Spain, Belgium, France, Germany, Ireland, England, and many more as well as a team coordinator.

I hold a bachelor degree in English Literature and Linguistics with best predicate (3.96/4.00), and have learned English since 9. As a native speaker of Indonesian and Javanese, I am familiar and able to speak and write Indonesian and Javanese very well.

As a full-time freelancer, who mostly spends the time translating and whose hobby is writing and blogging, I eventually run ProBahasaProBahasa is a privately run website that evolves to be a language service provider providing the services in translation, proofreading, editing and content writing of English, Indonesian and Javanese. We ONLY work on those three languages to ensure that your documents are strictly handled by our team of expert native translators with more than 5-year experience in their respective fields, certified by Association of Indonesian Translators (Himpunan Penerjemah Indonesia).