Misteri Penerjemah

download.jpgBanyak hal tak terduga dalam dunia terjemahan yang saya geluti. Jika rekan-rekan seprofesi saya bercerita tentang mendapatkan harta melimpah, uang tak berseri, dan lain-lain, lain halnya dengan saya. Saya cerita yang kalem-kalem dan agak nyeleneh saja. Karena saya memang hanya punya cerita, belum punya yang seperti dimiliki teman-teman saya, saya bercerita saja lewat blog pribadi saya. Setidaknya, semoga cerita ini bisa menjadi hiburan dan penguat keyakinan. hemmmm

Saya punya rekan penerjemah seprofesi. Boleh dibilang, kalau berbicara soal harta dunia, sudah tidak diragukan lagi. Saya tidak menyoroti hartanya, nanti malah ngiler semua. Saya menyoroti kisah-kisahnya yang disampaikan langsung kepada saya. Begini ceritanya, begini hmmmm, kisahnya ini lebih dari sinetron di TV-TV yang bisa dibilang tidak masuk akal itu. Tapi, ini sungguh terjadi.

Teman saya ini boleh dibilang orang super baik, betapa tidak, dia sangat ringan tangan untuk melepaskan jerat kesusahan orang lain. Saya masih ingat betul berbagai kegiatan yang disponsorinya langsung, hemmm, saat saya bertanya kepadanya kenapa demikian. Dia jawabnya simpel. ‘Ini wujud syukurku, bro”. Aku lak shock ah berhadapan dengan orang semacam ini. Uang yang jumlahnya puluhan juta dihabiskan tanpa mengharap balas saja dan cuma dijawab dengan kalimat simpel itu.

Saya terus mengamati pergerakannya, mulai sejak kenal dan hingga saat ini. Ingin sekali saya menirunya, tapi lagi-lagi, akal masih sangat menolak. Seiring waktu, saya pun bertemu dengan orang-orang seprofesi yang bisa dibilang, kalau dari segi gelar kesarjanaannya, teman saya ini jauh sekali atau bahkan tidak ada kaitannya sama sekali dengan dunia terjemahan atau bahkan bahasa Inggris secara umum. Pertanyaannya, kenapa dia bisa lebih unggul JAUH daripada rekan-rekannya yang secara akademis lebih hebat daripadanya?

Tahun 2017, saya bertemu dengan salah seorang doktor atau bisa dibilang gurunya para guru terjemahan. Kebetulan saya diundang untuk datang ke tempat beliau. Tanpa rencana dan tanpa diduga, beliau ini tiba-tiba membahas teman saya ini. Dan beliau pun menyampaikan rasa decak kagumnya kepada teman saya ini sambil berseloroh, ‘Dia orang baik, tak ada orang sebaik dia. Kalau dihitung-hitung, saya dengan dia levelnya lebih tinggi saya dari segi akademis dan kemampuan, tapi saya kalah baik dengan dia. Jadi, siapa saja tidak boleh iri kepadanya kalau dia bisa seperti saat ini. Tuhan menyukai orang-orang yang berbuat baik’

Wejangan sang guru ini pun selalu menancap di telinga saya. Kalau mau jadi penerjemah yang banyak proyeknya seperti teman saya ini, kita harus jadi orang baik. Ya, orang yang sebaik-baiknya, orang yang bisa memberikan kemanfaatan bagi orang lain.

Semoga kita dijadikan orang baik. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s