Ala Santri; Penting Manut Guru

 

4686101613295689513

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (QS Atthalaq: 3)

Kutipan ayat tersebut saya rasa cocok dengan kejadian yang saya alami kemarin. Alquran kebenarannya pasti 100%, salah satu tugas kita adalah mengimani kebenaran alquran itu sendiri serta isi yang terkandung di dalamnya.

Sore kemarin, tepatnya 16 Maret 2018, saya kebetulan ada janji dengan Habib Abdullah Almuchdor, salah satu guru besar Tarim Yaman, yang kebetulan sedang berada di Indonesia. Sekitar pukul 4 saya diminta datang ke sana dan ditunggu di kediaman beliau. Singkat cerita, saya sampai di depan rumah beliau dan dipersilakan masuk oleh putra beliau. Ternyata…..

Saat itu ada 2 orang lagi dengan kegiatan yang berbeda. Dua-duanya sama-sama berbada tambun dengan pekerjaan mereka masing-masing. Di depan teras beliau, salah satu dari tamu beliau ini sedang ngepak atau membenahi buku-buku kecil yang hendak dia bawa ke pesantrennya. Saya pun penasaran, siapakah gerangan dia dan benar saja dia adalah santri utusan dari Habib Sholeh Banyuwangi yang diutus untuk mengambil kitab Basyairul Khoirot dari Habib Abdullah. Kurang lebih ini sholawatnya:

Posted by Al Ukhuwah Wal Ishlah on Wednesday, May 12, 2010

Saya persingkat saja ceritanya dan sampai kepada pemuda yang diutus oleh Habib Sholeh untuk mengambil buku ini. Saya kebetulan ada di sana dan bercengkerama agak lama dengan Habib Abdullah, hingga akhirnya pemuda tambun ini pun mau berpamitan pulang ke Banyuwangi dengan membawa buku sholawat tadi. Saya pun sama, keperluan saya sudah selesai dan saya harus beranjak pulang.

Saya perhatikan pemuda itu dari belakang yang kebetulan dia keluar duluan dan akhirnya kita berada pada baris yang sama di depan rumah Habib Abdullah. Saya pun bertanya kepada dia, ke mana dia hendak pergi. Dia akan kembali ke Banyuwangi untuk menyampaikan amanat gurunya itu.

Saya pun menawarinya untuk mengantarnya ke terminal bus, yang kebetulan searah dengan rumah saya. Awalnya pemuda ini sungkan dan saya paksa saja karena kasihan juga kalau dia jalan atau naik becak yang lumayan jauh dari kediaman Habib Abdullah.

Sesaat setelah dia dan saya masuk mobil, hujan deras nan lebat pun turun. Dia pun sepertinya tampak kebingungan dalam mobil dan menanyakan suatu daerah di Pasuruan. Saya pun langsung menjawabnya, tidak usah mencari daerah itu, pulang saja lebih baik. Dia keukeuh mau ke sana dan akhirnya saya pun bertanya kenapa dia ngotot mau ke sana. Ternyata, dia mau berhutang uang kepada teman pondoknya. Saya pun tersenyum kecil dalam hati dan kembali bertanya, “memangnya berapa mas ongkos ke Banyuwangi dari sini?” “60 ribu”, jawab dia.

Saya pun menggoda dia, “60 ribu saja ngutang mas, sudah naik bus saja nanti kan yo pasti sampai Banyuwangi meski gak pake uang.” Dia semakin bingung, mungkin begini @#@#@#@#@$#@$#%$%$#$#@#%$@#%$#%#$%#%$.

Saya pun berceloteh ringan tak berarti kepada dia, karena tentu saja ilmu tawakkalnya dia pasti lebih hebat daripada santri kebanyakan. Saya bilang kepada dia. “Mas, santri kalau sudah maqom sampeyan ini sudah pasti langka. sampeyan bayangkan, sampeyan tidak punya uang untuk kembali ke Banyuwangi dan akhirnya sampeyan bisa pulang tanpa uang. Betapa tidak, saya ini lo kok juga tidak mengerti kok bisa ketemu sampeyan di kediaman Habib Abdullah. Sampeyan tahun hujan lebat ini, sampeyan lo kok yo gak kehujanan lantaran kebetulan lagi ada saya yang saya juga tidak mengerti kenapa saya ke sini. Ini semua pasti karena tingkat tawakkal sampeyan sudah di atas maqom sempurna. Sampeyan pasti cuma disuruh sama guru sampeyan tanpa dikaish sangu atau dipesan apa-apa kan? Dan sampeyan manut pasrah bongkoan???”

Jawabnya, “Iya”. Begitulah ilmu santri. Pokoknya manut guru dan kiainya, PASTI SELAMET. Allah SWT yang akan melebarkan jalannya, apa pun keadaannya. Semoga saya bisa belajar dari pemuda dan santri tambun ini. Amin amin amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s