Doa penghancur dan Mbah Yai Romli

download

سألتك يا غفار عفواوتوبة باقهر ياقهار خذ من تحيلا 
“Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu. Aduhai Dzat yang banyak mengampuni dosa-dosa. Ku mohon ampunan dan taubat. Dan dengan isim “qahr” yang Kau sandang, aduhai dzat yang maha memaksa, hancurkan orang-orang yang membuat reka-daya”

Bagi warga nahdliyin, doa tersebut di atas tentu saja tidak asing di telinga. Doa tersebut selalu terselip dalam setiap rangkaian acara istighosah. TAPI……………………………………………..

Jangan sembarangan membaca doa itu jika tidak tahu maksudnya. Kalau saya sendiri, saya tidak akan berani membaca doa itu meski saat sedang mengikuti istighosah. Alasannya sederhana, saya tidak diperkenankan untuk mengamalkan doa itu oleh kiai-kiai saya. Konon katanya, doa itu akan memunculkan sinar merah yang berarti petaka, atau jika suatu tempat dibacakan doa itu, tempat itu tidak akan bisa berkembang. Sebut saja pesantren, jika dibacakan doa itu, pesantren itu tidak akan berkembang. Begitu tandasnya dari kiai-kiai saya.

Saya pun selalu mewanti-wanti istri saya untuk tidak ikut membaca doa itu saat istighosah. Pernah suatu ketika, saya mengadakan majlis dzikir di Pasuruan, kebetulan saya tempatkan di tempat saya. Karena saya kurang tahu setting dzikir di Pasuruan, ternyata doa di atas selalu dilantunkan bahkan diulang-ulang. Benar sekali kata guru saya, sehari setelah acara, saya mengalami kecelakaan sepeda motor. Saya masuk ke kolong truk tronton, tetapi untungnya tidak terjadi apa-apa. Saya pun pulang dan merasa aman, selang beberapa jam setelah itu, saya terjatuh dari kursi kerja saya dan kakai saya terkilir. Alhasil, saya tetap mendapatkan bala’ menurut versi saya. Setelah kejadian itu, majlis dzikir itu saya ganti menjadi majlis waqiah, karena selain tidak menyinggung orang-orang di situ, juga untuk menyamarkan. Karena kalau saya menjelaskan perihal doa itu, mana mungkin orang Pasuruan yang terkenal kuat kesantriannya mau menerima penjelasan manusia yang kadang santri kadang bukan, ya saya ini. Saya ini seorang pebisnis kecil yang ingin jadi besar, sebesar-besarnya.

Lain cerita saya, lain pula cerita Mbah Yai Romli. Cerita ini tidak bisa ditiru. Alasannya sederhana, Mbah Yai Romli ini mursyid toreqoh dan kealiman serta kearifannya sudah di atas manusia rata-rata, jika beliau berani membaca ini, beliau sudah tahu risikonya dan akan kembali kepada siapa doa itu, selain mempertimbangkan segi mudhorot dan maslahat bagi kebanyakan orang.

Suatu ketika, ada seorang taipan China yang hendak mendirikan 8 gedung bioskop di depan pondok pesantren Rejoso. Tanah-tanah itu dibeli oleh taipan China itu dan digunakan sebagai tempat hiburan pertama di wilayah Jombang. Arus protes pun justeru tidak langsung datang dari Mbah Yai Romli, tetapi dari para tamu-tamu beliau yang merupakan para ulama jempolan pada zamannya. Mbah Yai Romli hanya mesem dan meminta bersabar. Sesekali menjelaskan bahwa itu hak dia membangun gedung bioskop di atas tanahnya sendiri. Para tamu itu pun nggerundel dan pikirannya belum sampai pada pikiran Mbah Yai Romli. Hingga pada puncaknya bioskop itu dibuka perdana.

Seperti yang kita tahu bioskop pada zaman itu, poster-poster maha besar pasti bertebaran di sekitar gedung, hingga ada poster yang memuat artis dengan setengah telanjang dan yang cenderung mengumbang aurat. Dari situlah beliau tidak tinggal diam. Beliau tidak menasihati si taipan itu secara langsung atau bahkan marah kepada si taipan itu. Beliau hanya meminta kepada Allah SWT, dengan dibantu oleh para santri beliau yang setia.

Hingga pada akhirnya, beliau menginstruksikan untuk membaca doa tersebut di atas bersama-sama dengan kaifiyah (tata cara) khusus beliau. Gemuruh doa itu bak angin kencang yang mampu merobohkan apa saja yang ada di hadapannya. Benar saja, saat bioskop perdana dibuka, tiba-tiba ada angin yang sangat amat kencang yang mampu merobohkan 8 gedung bioskop yang dibangun oleh taipan China tu. Aduhai rugi materi besar-besaran tentu saja.

Dari kejadian itu, si taipan pun mendapatkan hidayah. Dia masuk Islam setelah melihat kejadian itu. Dia rugi materi, tetapi dia sangatlah beruntung karena akhirnya dia menemukan mutiara Islam melalui kejadian yang akan selalu mempertebal imannya.

Wis ya, ojo ditiru, iku maqomi wali. Nek ndungo sing standar-standar ae koyo aku, contohne Robbana Atina dst….

رب فانفعنا ببرگتهم, واهدناالحسنی بحرمتهم

وأمتنا فی طريقتهم, ومعافاة من الفتن

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s