Sembuh Total dengan Wasilah Tahlilan

Bagitahlilan-360x240 sebagian kaum muslimin, tahlilan mungkin dianggap sebagai amalan bidah dolalah atau sesat, namun tidak bagi kaum muslimin yang lain. Termasuk saya sendiri. Saya menganggap tahlilan itu bukan perkara yang jelek dan sesat menimbang kegiatannya yang tidak terbatas waktu dan tidak menggeser waktu-waktu wajib syariat seperti waktu sholat 5 waktu dll dan dalam rangkaian tahlilan itu akan dilantunkan ayat-ayat suci Alquran seperti

  1. Alfatihah
  2. Alikhlas
  3. Alfalaq
  4. Annas
  5. Ayat Kursi
  6. Takbir, Tahmid, Tahlil
  7. Sholawat
  8. Doa penutup

Dan biasanya ditutup dengan acara makan, tergantung shohibul hajat dan bukan merupakan suatu kewajiban. Kalau di daerah-daerah pedesaan, biasanya cukup secangkir kopi panas. Jadi tidak ada tahlilan wajib makan-makan dan memberatkan si empunya hajat.

Tahlilan tidak khusus untuk Mayyit dan harus hari ke-1-7, 40, 100. Tahlilan bisa dilakukan kapan saja dan untuk keperluan selain mendoakan mayyit. Ah panjang nanti kalau cerita ini, tapi setidaknya semoga tulisan ini bisa menjadi referensi untuk membuka cakrawal orang yang belum mengetahui esensi dari tahlil.

Saya punya pengalaman mistis dengan tahlilan ini. Demi Allah cerita ini asli tanpa rekayasa. Pernah suatu ketika Pakdhe saya, saudara ipar dari mertua saya mengalami sakit keras yang tidak kunjung sembuh. Beliau sudah berobat ke mana-mana, ke puskesmas, rumah sakit, dokter rumah, bahkan ustad dan kiai pun beliau datangi agar beliau bisa sembuh seperti sedia kala.

Sudah puluhan kali usaha pengobatan ke mana-mana dan tidak membuahkan hasil sama sekali. Akhirnya, pada suatu malam, saya bermimpi pakdhe saya itu dan saya melihat dia memanggil-manggil saya agar saya bisa menolongnya untuk menyembuhkan penyakitnya. Saya pun bingung karena berdoa saja saya tidak bisa, apalagi mengobati seperti para tabib dan ustad-ustad di Pasuruan itu.

Saya pun tidak ambil pusing. Saya datangi rumah beliau malam berikutnya. Saya pijat-pijat beliau sekenanya dan baca doa sekenanya. Saat itu pula saya terbersit, bagaimana jika diadakan tahlilan saja di rumah beliau? Seluruh anggota beliau pun mengiyakan dan akhirnya diadakan tahlilan dengan tujuan untuk mendoakan kesembuhan pakdhe saya ini. Sebagai pamungkas, saya pun berpesan supaya menyedekahkan uang ke masjid atau tempat-tempat sosial yang lain dengan tujuan untuk mencari ridho Allah SWT sekaligus untuk obat segala macam penyakit.

Selang sehari, tahlilan pun digelar dengan mengundang warga sekitar. Alhamdulillah, seketika itu, beliau sembuh dan tidak sakit lagi atas izin Allah Azza Wa Jalla melalui wasilah tahlilan.

Tulisan ini nyata adanya tanpa rekayasa atau bahkan propaganda untuk membenarkan amalan yang lagi marak diteriaki bidah, bidah, dan bidah. Terlepas dari itu semua, lihatlah sendiri rangkaiannya. tak ada satu pun yang menyalahi syariat.

Untuk menjaga ukhuwah, Anda yang bertahlil tidak boleh mengata-ngatai yang anti-tahlilan dengan sebutan wahabi dan sebangsanya. Pun sama bagi yang anti-tahlilan, Anda tidak boleh juga merasa paling benar dan menyesatkan serta mebidah-bidahkan yang melakukan tahlilan. WALAKUM A’MALUKUM. Ini hanya masalah furu’.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s