Aku tak butuh harta, tapi ridho-NYA

P_20170731_060928_HDR.jpg

Wah, jangan salah paham dengan judul postingan FB saya ini. Itu salah satu ujaran dari salah satu ustad ngaji yang saya temui sabtu siang kemarin, bukan saya, saya masih cinta dan butuh harta.

Jadi, ceritanya begini. Sabtu itu, saya sedang mood bersepeda ongkel dengan tujuan yang tidak jelas. Dalam perjalanan muter-muter itu, saya kepikiran salah satu guru ngaji di masjid Jami’ Pasuruan. Cuma penasaran sebenarnya, beliaunya ini pernah bilang rumahnya ada di sekitar SMPN 11 Gading Rejo, Pasuruan. Saya pun tanpa ba bi bu lansung meluncur ke sana sekalian mengukur jalan. Kira-kira, jarak dari rumah beliau ke masjid jami’ itu berapa kilo.

Saya tidak tahu berapa kilo, yang jelas kaki saya hingga senin pagi ini masih terasa jaremi karena efek sepeda ongkel sabtu kemarin. Saya simpulkan, jaraknya pasti sangat jauh. Saya pun mencari ke sana kemarin, bertanya kepada satu orang ke orang lain di sekitar SMPN 11 itu, dan akhirnya saya menemukan sebuah rumah super kecil, dengan jendela kaca yang sudah pecah-pecah, saya dekati rumah yang ada di dalam gang sempit itu hingga sepeda ongkel saya pun tidak bisa masuk. Saya pun akhirnya tiba di pintu rumah beliau dan saya dipersilakan masuk oleh istri beliau. Saat masuk pun, hati saya ini menjerit hebat (asline pengen nangis seketika itu tetapi saya tahan takutnya menyinggung perasaan beliau).

Saya perhatikan perabotan rumah beliau. Sungguh demi Allah beliau ini adalah guru ngaji termiskin (harta) dari guru-guru ngaji yang pernah saya jumpai. Almarinya pun sudah jebol tidak karu-karuan dan ruangannya pun sangat kecil. Antara kamar tidur dan dapur menjadi satu (Semoga Allah menkayakan beliau di dunia dan di akhirat kelak).

Saya pun diajak ngobrol santai, saya gunakan kesempatan ini untuk mengajukan pertanyaan berapakah yang dihasilkan dari hasil jerih payah mengajar ngaji beliau. Sontak saya langsung dimarahi, dan beliau berpesan ‘Mas, hidup ini kalau sudah tujuannya mencari ridho Allah, uang itu tidak ada artinya. Meski keadaan saya begini, saya senang dan bahagia.’ (dari versi terjemahan ujaran jawa beliau)

Dan masih banyak kekurangan-kekurangan beliau yang lain yang menurut saya itu adalah kehebatan luar biasa (saya tidak berani bercerita, karena inti dari cerita nyata ini adalah, saya ingin menyampaikan bahwa masih ada orang seperti yang ternash dalam alquran di bawah ini – setidak menurut versi saya).

Ustad Solekhan namanya, beliau masih tampak muda dan gagah meski usianya sudah menginjak 75 tahun. Tunggangan beliau pun bukan mobil apalagi sepeda motor, tetapi ongkel tua yang berhasil menaklukkan deru jalanan kota Pasuruan dan sekitarnya. Dan orang-orang seperti inilah yang seharusnya layak mendapatkan kehidupan layak dari siapa pun. Mohon doanya semoga beliau diberi kesembuhan dari penyakit yang beliau derita saat ini sehingga beliau bisa kembali mengajar kalamullah di masjid-masjid dan rumah-rumah para santri beliau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s