Di balik kurma azwa; masuk Islamnya ketiga Yahudi

Cerita ini saya salin ulang dari cerita langsung dari guru saya, K.H. Salim Azhar, Ahad kemarin, 12 Maret 2017 saat saya sowan ke kediaman beliau yang berlokasi di Sendang Duwur. Beliaunya habis datang dari tanah suci. Sambil menikmati sepiring rawon yang begitu nikmat bersama beliau, kebetulan saya hanya memakan nasi, kuah, dan kerupuknya karena saya tidak memakan daging (sejak masih Tsanawiyyah). Rawon itu sungguh rasanya tidak biasa, rasanya sangat enak, panas sampai tidak terasa.

Yai Salim pun tiba-tiba menghadiahkan beberapa barang, yang sungguh tidak ternilai harganya, termasuk kisah kurma azwa yang baru saya ketahui detik itu juga. Saya sampai ndomblong sambil senyum-senyum mendengarkan cerita beliau. Selain kisahnya yang sangat menarik, seperti biasa, cerita itu sepertinya pas banget dibawakan oleh beliau, seperti mendengar lantunan maknani kitab falaq kala itu, saat waktu Aliyah dulu.

p_20170313_044228_sres.jpg

Hadiah kurma, air zam-zam, dan surban super spesial dari Yai Salim

Ada kisah di balik kurma azwa, dawuh Yai Salim. Kurma Azwa itu kurma yang istimewa selain harganya yang mahal (sekitar 80 real per kilo, tahun 2015 lalu), kurma azwa ini hanya ada satu di seantero dunia dan tidak bisa ditanam di mana-mana kecuali di tempat khusus yang ada di Madinah, selain juga bisa digunakan sebagai media penangkal sihir, dll. Yang menanam pun tidak sembarangan. Ada kisah yang sangat dahsyat di balik kurma azwa.

Saya pun penasaran karena setahu saya kurma azwa ini ditanam oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW saja. Beliau pun melanjutkan kisahnya. Dahulu kalau, saat Kanjeng Nabi hendak hijrah ke Madinah dari Makkah, beliau sangat dinanti oleh para sahabat yang sudah masuk Islam kala itu dan juga para kaum Yahudi yang penasaran dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Lalu ada 3 orang Yahudi yang bisa dikatakan iri dengki kepada Kanjeng Nabi, tetapi mereka bertiga ini mengetahui bahwa setiap rasul yang diutus oleh Allah SWT, pasti memiliki mukjizat.

Karena saking irinya, salah satu dari mereka pun mempunyai akal bulus untuk membuat kanjeng nabi ini malu atau gagal di Madinah. Mereka ingin menguji kenabian Kanjeng Nabi dengan meminta kanjeng nabi menumbuhkan sebuah biji kurma yang sudah dimasak (digodok) berulang-ulang oleh salah satu dari 3 orang Yahudi ini. Tentu saja, biji kurma tidak akan tumbuh karena sudah digodok atau dimasak. Ini sengaja dilakukan oleh ketiga orang Yahudi itu agar mereka bisa mempermalukan Kanjeng Nabi SAW.

Mereka bertiga mendatangi Kanjeng Nabi Muhammad SAW di kediaman beliau, di Madinah dan dipersilakan masuk oleh beliau. Salah satu di antara mereka menantang Kanjeng Nabi untuk menumbuhkan biji kurma yang dibawanya itu (biji kurma yang sengaja dibuat untuk mempermalukan Kanjeng Nabi SAW). Dia pun berseloroh, wahai Muhammad, kami tahu bahwa setiap nabi atau rasul yang diutus oleh Tuhanmu itu, akan dibekali dengan yang namanya mukjizat, lalu coba tunjukkan bukti kenabianmu dengan menumbuhkan biji kurma yang saya bawa ini?

Kanjeng Nabi pun mengambil biji itu, dan tiba-tiba Malaikat Jibril hadir dan membisiki Kanjeng Nabi Muhammad SAW bahwa kurma itu kurma yang digodok berulang dan pasti tidak bisa tumbuh kecuali dengan izin Allah SWT. Jibril pun berpesan kepada Kanjeng Nabi SAW bahwa insyallah kurma itu akan tumbuh atas izin Allah SWT. Bukan Nabi Muhammad kalau beliau tidak mampu mengislamkan siapa saja yang beliau temui.

Kanjeng Nabi pun berujur kepada ketiga Yahudi ini. Wahai para tamuku, saya akan menanam biji ini untuk kalian, tetapi ada bebarapa syaratnya.

  1. Saya yang menanam, dan kalian bertiga yang menyirami atau
  2. Kalian bertiga yang menanam dan saya yang menyirami
  3. Saya mohon apa pun yang terjadi setelah ini, kita tetap menjalin persahataban, jangan ada permusuhan di antara kita

Ketiga Yahudi ini pun bingung dan mikir-mikir. dan akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk memilih pilihan yang pertama. Kanjeng Nabi pun menanam biji kurma itu dan meminta ketiga Yahudi tersebut menyiraminya setiap hari.Sungguh dahsyat kesantunan Rasulullah, beliau mampu mengislamkan siapa saja sekaligus tanpa proses apa pun, tetapi beliau lebih memilih jalan yang santun dalam mengislamkan siapa saja.

Ketiga Yahudi itu pun rutin menyirami kurma yang ditanam Kanjeng Nabi tersebut dan dari hari ke hari, biji kurma itu tumbuh semakin besar. Subhanallah, ketiga Yahudi itu pun akhirnya langsung masuk Islam setelah mengalami kejadian itu.

Ternyata, kurma azwa yang terkenal seantero dunia itu punya kisah unik tersendiri, kurma ini tumbuh dari buah tangan Kanjeng Nabi SAW dan ketiga orang Yahudi yang akhirnya memeluk Islam. Semoga kita bisa meneladani beliau dalam berdakwa, santun dan tidak menjatuhkan, lembut dan tidak mengkafirkan, kalem dan tidak membid’ahkan.

Kisah ini saya salin langsung dari lisan K.H. Salim Azhar sebagai kenang-kenangan untuk saya pribadi dan semoga beliaunya berkenan. Semoga beliaunya selalu dalam lindungan Allah SWT.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s