Ngopi dengan Mbah Qosim

p_20170204_173829.jpgHingga saat ini, kopi yang bisa menyegarkan jiwa dan raga ya kopi racikannya Mbah Putri, istri dari Mbah Qosim.

Mbah Qosim, mungkin di daerah Pasuruan sudah cukup dikenal atau mungkin tidak sama sekali. Pada usianya yang sangat senja, kurang lebih 95-an tahun, beliau masih sangat sehat dan tak sedikit pun terlihat tua untuk manusia seusia beliau. Dahsyatnya lagi, beliau ingat satu-satu siapa saja yang mengunjungi beliau. Tanpa obat, bahkan beliau ini alergi obat dokter. Setidaknya begitu yang saya ketahui.

Mbah Qosim ini termasuk orang yang memiliki kelebihan, pernah hidup dan bercengkerama dengan K.H. Abdul Hamid Pasuruan dan bahkan pernah suatu waktu beliau diberi petunjuk langsung oleh Mbah Yai Hamid untuk melakukan sesuatu yang tak biasa.

Mbah Qosim ini orangnya sangat sederhana, sangat berbeda dan kontras dengan orang-orang yang mungkin saat ini memiliki kelebihan sama. Saya sering main ke rumah beliau, setidaknya sebulan sekali, jaraknya pun tidak cukup jauh dari rumah saya. Mbah Qosim ini suka menyembuhkan orang-orang yang memiliki permasalahan medis dan non-medis, dari yang mulai paling berat hingga paling ringan dan tak sepeser pun beliau minta bayaran. Rumahnya pun biasa-biasanya. Beliau berpantang jika diminta orang untuk menyarang hujan (menghentikan hujan karena ada hajat tertentu) karena bagi beliau itu sama saja dengan menghentikan banyak kehidupan makhluk; singkatnya buntu rezeki.

Kebanyakan yang datang ke sana, mereka yang tak kunjung sembuh melalui ikhtiyar dokter. Cara beliau menyembuhkan pasiennya pun serba aneh. Baru saja beliau bercerita, beliau mengobati mantan kepala kejaksaan di Pasuruan yang terkena batu tidak kunjung sembuh hingga tidak bisa berbicara. Beliau pun menyuruh keluarga pasiennya ini untuk membeli apel jenis apa saja di Pasar Kebonagun, lalu apel itu dimasak dalam Majic Jar dan langsung disuruh makan seketika di hadapan beliau. Dan atas izin Allah SWT, orang ini langsung bisa ngomong. Banyak lagi cara-cara nyeleneh yang beliau lakukan yang menurut saya tidak bertentangan dengan syari.

Jika orang datang ke sini karena ada hajat kebutuhan, entah masalah kesehatan, sepiritual, atau masalah-masalah yang lain, beda lagi dengan saya. Saya ke sini berniat untuk menikmati kopi racikan Mbah Putri, masalah tambahannya, itu lain lagi.  Kebetulan, saya dibekali seplastik daun sirsak untuk diseduh guna menghilangkan segala racun yang ada dalam tubuh. Tak ada mantra khusus, apalagi yang berbau syirik dan bidah. Dan tambahan yang paling makjleb malam ini adalah pesan beliau yang sungguh harus diingat siapa saja.

‘Nak, kabeh wong duwe apes, apes iki yo ngiringi kebejan, mulo kabeh kudu diati-ati. Ojo rumongso kuwe iki wong apik, terus bejo terus. Sak bejo-bejone menungso, isih ono apesi. Dadi kabeh kudu dipikir, diati-ati, ojo grusa-grusu, kalem wae.’

‘Anakku, semua orang itu memiliki ketidakberuntungan dan ketidakberuntungan ini selalu mengiringi keberuntungan, maka semuanya harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh pikir. Jangan kamu merasa sudah baik, lalu kamu akan selalu beruntung. Seberuntung-beruntungnya manusia, tetap akan menemui ketidakberutungan. Jadi semuanya harus dipikir, dipertimbangkan, dan jangan tergesa-gesa, santai saja’

Sebaik-baiknya orang adalah orang yang berumur panjang dan banyak kebaikannya. Kebaikan itu sifatnya tidak melulu berupa ibadah murni, banyak sekali kebaikan yang di luar itu yang sifatnya bermanfaat bagi sesama. Semoga beliau diberi usia panjang dan barokah

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s