Terong Kualat

p_20170130_213310.jpg

Terong Kualat Beli di Pasar Gading – Pasuruan, Rp8.000 per kilo

Di mana-mana, yang namanya terong itu ya enak, atau sebut saja terong, tidak ada terong kualat. Tetapi, lain lagi dengan terong malam ini. Tepat setelah isya’, kami hendak makan di luar dan kebetulan tidak jadi karena hujan yang begitu lebat, ditambah, anak kami yang paling kecil masih tertidur pulas. Akhirnya, kami memutuskan makan di rumah saja. Makan sederhana dengan sejuta rasa; tempe dan tahu bacem penyet spesial istriku.

Semua tahu dan tempe bacem pun tersaji tak lama setelah itu, tak lupa pula sambal olahan khasnya. Ah sedap sekali tentunya. Saya cicipi dan terasa ada yang kurang. Uwaaa, ternyata lalapan terongnya yang kurang. Saya cari di lemari es dan ternyata sudah tidak ada. Akhirnya, saya pun memutuskan keluar untuk mencari terong sebagai lalapan masakan yang nikmat ini. Adik Nabiel pun ikut menemari pencarian terong saya dan akhirnya kami berdua pergi menerjang hujan lebat hanya untuk mencari terong.

Kami pun sampai di toko pertama dan hanya saya yang keluar, anak saya saya tinggal di dalam mobil, tentu dengan pengawasan saya dalam jarak dekat. Saya menoleh ke kanan dan ke kiri mencari si penjual dan tiba-tiba ada seorang bapak berkopyah yang bertanya, ‘Cari apa mas?’ ‘Saya mencari terong, Pak. Apa di sini jual?’ jawab saya. Bapak penjual pun mengatakan bahwa dia tidak menjual terong, tetapi dia mengatakan juga bahwa biasanya ada terong di tokonya. Saya pun tidak mau pergi dari toko itu dengan tangan kosong. Kebetulan istri saya menyuruh saya untuk membeli sekilo telur ayam. Saya pun membeli telur di sana.

Sambil menunggu bapak tadi menimbang telur-telurnya, saya disapa oleh seorang lelaki yang sangat tua. Dia pun bertanya asal saya dan saya jawab saya dari sekitar daerah situ saja. Sepertinya orang tua ini masih penasaran dengan saya dan terus bertanya kepada saya, asli saya yang sebenarnya. Saya pun menjawab saya berasal dari desa Paciran, Lamongan. Dan, rupanya bapak ini mengetahui desa saya ini dan memiliki teman di sana, sempat beberapa kali berkunjung di sana. Saya anggap percakapan ini biasa saja. Tidak ada yang aneh atau  apa. Wong saya sedang membeli telur, bukan mencari demit atau hal-hal berbau mistis.

Pak tua ini pun menyarankan kepada saya untuk membeli terongnya di Pasar Gading saja, pasar yang buka 24 jam di Pasuruan yang tak pernah saya kunjungi sebelumnya sama sekali. Jalannya saja tahu, tetapi saya tidak pernah masuk pasar itu. Dasar saya yang agak ngeyel malam ini. Saya pun menyampaikan dengan nada halus sambil senyum bahwa saya hanya mencari terong untuk lalapan, tidak mungkin saya ke pasar Gading malam-malam begini hanya untuk terong. Bapak tua ini masih saja menyarankan hal yang sama, dan tetap saja saya ngeyel dengan kata-kata yang sama pula.

Seakan terkena daya magis bapak tua ini. Saya perhatikan beliaunya ini senyum-senyum sendiri, dan saya dengan Nabiel, anak kedua saya pun tanpa disengaja ingin ke Pasar Gading dengan tekat bulat. Awalnya tidak ada niat, kami hanya muter-muter untuk menghabiskan waktu dan aneh saja, saya sampai di Pasar Gading, saya lewati sampai ujung dan kembali lagi ke ujung. Saya balik lagi ke ujung dan kembali lagi ke ujung. Nah nah nah, bolak balik kan? 😀

Akhirnya, saya pun mencari tempat parkir kendaraan dan menaruh kendaraan saya di sana dan mencoba masuk ke pasar Gading ini. 100 meter dari pintu utam ada penjual terong dan saya pun langsung ke sana. ‘Bu, saya beli terongnya 1 kilo saja ya.’ Seloroh saya.

Nah, akhirnya keturutan juga makan terong penyet. Terongnya ini mungkin terong kualat pak tua tadi, tetapi rasanya tetap nikmat. Saya potong kecil-kecil dan saya goreng sebagai campuran masakan spesial istri saya. Sudah saya tak makan dulu, gais. Lapaar habis muterrrr.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s