Bless in disguise (Keminggris)

dscf0209

Tanggal 28 Januari 2017, tepat pukul 1.25 WIB saya baru tersadar bahwa saya sedang mendapatkan berkah tanpa sadar, berkah tanpa disadari, atau bahasa kasarnya, saya menemukan emas di dalam kotoran sapi. Baunya kotoran sapi sungguh tidak sedap dan tidak enak, apalagi kalau dikerubutin lalat, duh (maaf ya para pembaca, agak jorok sedikit). Tapi senang, setelah itu. 😀

Alkisah, sebentar, hmmm, syahdan, hmmm, sepertinya kata-kata itu terlalu bombastis. Ah begini saja.

Malam itu, saat mata sudah tinggal beberapa watt, kepala sudah mulai panas dan mau mengeluarkan asap, badanku seperti digebuki orang sekampung (bahasa orang lebay), saya pun ngeleset (bahasa kerennya lie on the bedroom), atau selonjoran di kamar tidur, sungguh kantuk ini tak tertahankan dan jam waktu itu menunjukkan pukul 7 malam. Sungguh masih sangat pagi untuk tidur jam segitu. Entah mau bagaimana lagi, setan ngantuk godaannya sangat besar (maaf ya setan, untuk kali ini saya mencatut namamu), akhirnya saya pun tertidur, lupa dengan segala deadline atau tugas-tugas yang lain.

Sang istri pun sepertinya tak sampai hati membangunkan tidur ganteng saya, dan itu terbukti dengan kata-katanya setelah saya bangun beberapa jam setelah itu. Tiba-tiba, ada anak yang masuk kamar dengan jeritan yang sangat keras, eh, lupa, jeritan atau tangisan. Saya tadi mendengarnya agak samar dan anak kecil ini menjerit semakin keras. “e.s e.s e.s, e.s e.s e.s, e.s e.s e.s” , jeritnya. Saya pun membuka mata saya dan saya perhatikan dari pojok ke pojok, eh ternyata anak saya yang nomor dua, entah sedang ngelindur atau apa, saya kurang tahu. Maksud dia, dia mau minta main PS (PlayStation).

Tidur saya tentu saja terganggu dan saya langsung bangun, menanyakan kepada anak saya kenapa dan tetap saja e.s, e.s. e.s. Hingga akhirnya, anak saya ini benar-benar bangun, bermain sendiri sambil saya awasi, sesekali saya dusel. Dia pun lari ke kamar satunya, naik kasur dan tidur di sana seperti sedang melamun. Saya dekati, saya garuk-garuk punggungnya. Ah, si bapak sungguh ngantuk. Saya pun tak sadar tertidur lagi dan saat saya bangun, anak saya tidak ada di sisi saya. Saya pun keluar kamar dan mencarinya, ternyata dia sedang bermain sendiri.

Malam pun semakin larut, sesekali saya melihat layar monitor komputer saya yang masih menyala dan saya sungguh shock ternyata malam ini saya ada konferensi online pukul 01.00 WIB yang jelas saya tidak ingat sama sekali. Saya langsung teringat, ternyata jeritan atau tangisan anak saya tadi pasti sinyal dari Big Bos untuk membangunkan saya dan mengingatkan saya bahwa ada tugas konferensi untuk menggarap mega proyek (saya tulis mega proyek biar kelihatan keren meski ya tetap saja proyeknya begitu-begitu saja. Lumayan buat beli susu dan beras).

Saya pernah membaca sebuah artikel singkat tentang Bless in Disguise (Berkah yang Tersamar – versi terjemahan saya – maaf kalau salah soalnya masih amatir). Saya berpikir sejenak, mencoba mengingat-ngingat, dan bertanya-tanya sendiri, ‘Apakah ini yang dinamakam Bless in Disguise?”

Yang tahu, silakan PM saya, kalau jawabannya pas di hati, saya kasih pulsa, ciyussss 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s