Garam pembawa petaka!

images

Garam

Siapa yang tidak kenal dengan garam. Garam ini fungsinya banyak sekali. Selain sebagai penyedap makanan kita sehari-hari, ternyata ada banyak manfaat lainnya yang tidak bisa dinalar menggunakan logika kita. Sebut saja untuk mengusir demit, mendatangkan sesuatu, atau bahkan untuk berbuat jahat.

Alkisah delapan atau sembilan tahun yang lalu ketika saya masih bekerja sebagai seorang guru swasta di salah satu kawasan paling rawan di daerah Surabaya. Sekolah yang menjadi tempat saya ini tampak baik-baik saja, hingga pada akhirnya ada gejolak kepentingan dan nafsu amarah yang tak bisa dipadamkan. Tetapi, biarlah kisah ini saya simpan sendiri.

Nah, suatu ketika saya berangkat ke sekolah pagi-pagi. Kepala sekolah saya yang kebetulan seorang Chinese taat mendapati bahwa ruangannya penuh dengan garam kasar. Sontak, dia pun tidak berani memasuki ruangannya itu. Pikirnya, pasti ada orang yang ingin berbuat terhadapnya. Sejurus kemudian, saya pun tiba. Kebetulan ruangan guru dan ruangan kepala sekolah berdekatan, tak kurang dari 1 meter alias jejer.

Saya yang masih fresh dari sepeda motor dan kasarannya jiwa saya masih belum jangkep. Saya pun dipanggil kepala sekolah itu dan disuruh membersihkan garam yang berserakan itu Pikir saya, ini maksudnya apa coba saya disuruh membersihkan garam yang sepertinya ditabur untuk niat jahat.

Kepala sekolah saya pun mengusut siapa yang menabur garam di ruangannya dan akhirnya, tuduhan itu jatuh kepada para pihak keamanan karena mereka yang berada di sekolah selama 24 jam. Memang ada-ada saja, dan konon ceritanya, garam itu ditabur agar sang kepala sekolah tidak jadi mengusut kasus pencurian yang terjadi saat itu. Pikir saya, ada-ada saja orang mau menghilangkan jejak jahatnya. Kalau dipikir-pikir, kalau tidak mau mengalami kejadian yang demikian, ya tidak usah mencuri, pasti tidak usah menabur garam segala.

Garam itu sungguh pembawa petaka bagi saya. Betapa tidak! Saya yang pagi-pagi rapi bau wangi dan harus menyambut murid-murid saya di sekolah malah mengalami sebaliknya. Saya harus mengambil air menggunakan ember besar, mengangkatnya dari kamar mandi ke ruangan kepala sekolah, membersihkan garam yang berserakan, lalu mengepel seluruh ruangan itu untuk menghindari hal-hal yang bukan-bukan. Nah, keringat pun bercucuran dan bau kecut pun menyebar. Sungguh garam itu membawa petaka bagi saya! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s