Kue Rangin dari Pak Tua Misterius

Kota Malang ini sungguh “kurang ajar”. Ini kesekian kali saya dikerjai dengan hal-hal aneh yang sebelumnya tidak pernah saya duga akan bakal terjadi di Malang.

Di kota yang penuh dengan kaum intelektual, dengan aneka gedungnya yang sangat tinggi serta tak ketinggalan pula aneka hiburan yang berbau positif atau bahkan negatif, belum lagi macetnya kota Malang, semuanya berbaur jadi satu seperti aneka ramuan obat atau bahkan racun!

Siang ini, saya melakukan perjalanan dari Pasuruan ke Malang untuk bekerja. Kebetulan saya berangkat agak siang, dan di tengah perjalanan akan sampai ke pertigaan terakhir menuju kantor, saya menjumpai seorang lelaki tua yang menggendong dagangannya. Tampak dari kejauhan, tubuhnya yang sudah renta, entah karena terpaksa atau mungkin hobi belaka.

p_20170112_104244

Bapak Tua Penjual Kue Rangin dari Kejauhan – Malang

Saya pun penasaran sekaligus memang mau makan kue rangin beliau. Saya pun mempercepat laju kendaraan saya dan mengambil jalur di depan beliau dan menunggu di sana.

p_20170112_104121

Bapak Tua Ini Sedang Membungkus Kue Ranginnya untuk Saya

Saya pun berhasil menghampiri beliau dan bilang kepada beliau, “Pak, tumbas kue rangin niku sedoyo.” (Pak, saya beli kue rangin semua yang ada di situ). Saya sebenarnya mau menunggu untuk dimasakkan yang baru, tapi berhubung saya sedang tergesa-tegas, hanya kue rangin yang ada di wadah yang sudah siap yang saya beli. Kue selesai di bungkus dan saya menanyakan harga dari kue itu. “Gangsal ewu, nak” (Lima ribu saja, Nak), seloroh Bapak Tua ini.

Saya pun mengeluarkan uang 5 ribu dan saya berikan kepada beliau. Tak berhenti di situ, beliau menanyakan nama saya. “Jenengan kagungan asmo sinten” (Kamu namanya siapa), tanya Bapak Tua ini. “Alex, pak”, jawab saya. Beliau langsung menutup kedua mata beliau, menyebut nama saya dalam hati beliau, lalu membaca Fatihah. Saya yang bergegas mau masuk ke kendaraan saya pun tidak jadi. Saya dibuat melongo, saya hanya terdiam melihat beliau.

Setelah membaca Fatihah itu, beliaunya pun menengadahkan kedua tangan beliau, lagi-lagi, saya tidak jadi masuk kendaraan saya, saya melongo lagi dan kali ini, sungguh saya telah dibuat menangis oleh ketulusan bapak ini. Beliau pun selesai berdoa dan lagi-lagi, beliau sepertinya sangat senang dagangannya saya beli. Beliau pun mendoakan saya lagi, “Mugo-mugo dowo umure, selamet dunyo akhirate.” (Semoga diberi umur panjang dan selamat dunia akhirat)

Saya aminkan doa bapak tua ini tadi. Saya ucapkan banyak terima kasih dan akhirnya masuk ke kendaraan saya. Lagi-lagi, saya menangis sepanjang jalan. Ketulusan orang ini sungguh membuat saya terharu sampai nangis.

Semoga beliau diberi umur panjang barokah, selamat dunia akhirat, diberi kelapangan rezeki yang selapang-lapangnya.

Ini penampakan kue rangin beliau. Tampak ayu-ayu dan rasanya sungguh sangat enak.

p_20170112_104314

Kue Rangin Bapak Tua Tadi

Saya tidak sabar untuk menuliskan cerita ini. Saya masih terharu sampai saat ini. Sungguh kota Malang ini penuh misteri. Masih banyak orang misterius yang berkeliaran dan menyaru.

Advertisements

One response to “Kue Rangin dari Pak Tua Misterius

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s