Tak usah kau harap, berdoa sajalah!

DSCF0783.JPG

Courtesy Bu Ida

Bak sebuah kamera dengan aneka lensanya, begitulah sudut pandang kita dalam menanggapi satu permasalahan. Tak usah kita berharap semua pandangan harus sama, cukup kita memandang segala sesuatu dari sudut yang paling indah. Setidaknya, sudut pandang itu tidak sampai membuat kita semakin terpuruk. Let it be. Lupakan saja! Cukup kita berdoa.

Pesan guru mulia, dolek dunyo akeh ora opo-opo, nanging atine ojo kecantol dunyo iku (berlomba-lomba mencari harta itu tiada dosa, tetapi jangan sekali-kali hatimu tertambat pada dunia). Ah, jeru iki! Entah ini isyarat atau apa, saya tidak tahu. Saya hanya memahami, saya harus tetap bekerja keras. Mau beli apa saja tidak masalah, mau menyimpan apa saja tidak masalah, asalkan tetap hati kita tidak sedikit pun tertambat pada harta itu. Kira-kira begitu menurut saya dan sungguh abbbbooooottttt.

Waktu pun berjalan dan kejadian demi kejadian pun melewati jendela kehidupan rumah saya. Cerita ini sekadar untuk sharing, bukan pamer. bukan pula saya mau menunjukkan bahwa saya tidak kecantol dunia. Saya hanya butiran debu di tepi pantai yang bisa tersapu ombak laut kapan pun jika ombak itu mau! (koyo lagune Padi haha)

Tiba-tiba, ada seseorang yang datang ke rumah, lalu tiba-tiba menyodorkan sesuatu dan sebagai imbalannya, dia mau meminjam sekian juta. Sejatinya, dia menginginkan saya meminjaminya beberapa uang dengan jaminan yang dia sodorkan. Karena saya bukan rentenir atau bahkan tukang kulakan bati, saya pun menolak dengan halus. “Pak, maaf, saya bukan penyuka batu akik. Saya juga tidak pantas kalau memakai batu akik itu. Saya orang awam dan tidak mengerti barang-barang alus apalagi yang berisi, tapi kalau jenengan sedang butuh uang segitu, saya tidak bisa meminjami dengan jumlah itu. Kebetulan, uang pribadi saya cuma ada sekian, jika bapak mau, silakan diambil saja. Nanti kalau ada rezeki, silakan dikembalikan.”

Benar saja, uang itu tidak akan kembali. Sampai kapan pun takkan pernah kembali, jika dan andai saya selalu mengharapkan agar uang itu dikembalikan, itu sama saja saya mengharapkan air yang mengalir ke atas langit. Itu tidak mungkin! Dan andai saya tetap berharap, saya hanya mendapatkan harapan! Saya hanya mendapatkan janji palsu manusia. Saya pun ingat pesan guru mulia dolek dunyo akeh ora opo-opo, nanging atine ojo kecantol dunyo iku. Terus saya pun berkreasi sendiri, duit ilang ora opo-opo, ora usah dipikiri. Ora usah diarep-arep yen ilange iku sarono menungso. Yen kuwe arep-arep, sing bok oleh yo mung arep-arep iku, duitmu ra bakal balik, dunyomu malah kurang. Dungo wae sing banter nang kuoso, jaluk mugo-mugo diganti sing luweh apik, nek ilange 1 juta, mugo-mugo mbalik 1 miliar, nek ilange 2 juta mugo-mugo balik 2 miliar.

Iklaskanlah yang hilang itu, tak usah dipikirkan berlaut-larut. Tak perlu pula diharapkan jika hilangnya itu karena manusia. Jika terus diharapkan, hanya harapan itu yang didapat. Harta itu takkan kembali, atau bahkan malah berkurang. Cukup berdoa dan meminta kepada yang kuasa dengan pasrah jiwa raga, semoga diberikan ganti yang lebih baik dan lebih banyak, andai yang hilang itu 1 juta, semoga 1 miliar menjadi gantinya, andai yang hilang itu 2 juta, semoga 2 miliar itu menjadi gantinya.

Seperti lensa kamera yang siap membidik dan mengambil aneka objek di depan mata, kadang tampak blur, kadang tampak terang, kadang tampak setengah blur setengah terang, dan sama pula saat kita memandang sebuah masalah. Ada yang suka dengan jalan keras, ada yang dengan mesam-mesem koyo wong gendeng, ada yang hanya diam, atau ada juga yang melaknat heboh seperti film-film FTV.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s