Indah dan damainya dunia Tahlil

Suatu malam, di tengah-tengah kesibukan pekerjaan yang bisa dibilang lumayan menyita waktu, salah seorang kawan mengajak saya untuk bertakziyah ke rumah kakak teman kami yang baru saja meninggal dunia sekaligus mengikuti acara tahlilan.

Pertama berpikir, lokasi tahlilan akan sangat dekat dengan rumah saya mengingat teman saya yang kakaknya meninggal itu rumahnya tak jauh dari rumah saya. Saya pun bergegas mengiyakan ajakan itu dan ternyata, dugaan saya salah besar. Lokasi rumah kakak dari teman saya itu sungguh amat jauh dan melewati hutan atau kawasan yang tak bertuan. Bisa dibayangkan, daerah Pasuruan yang terkenal dengan aneka macam kejahatannya baru-baru ini.

Saya pun memantapkan diri, terus melaju dengan sepeda motor saya, jalan beriringan dengan teman saya itu tadi; kami hanya berdua. Kalau saya hitung, dengan kecepatan sekitar 60 KM/jam, dibutuhkan sekitar 30 menitan untuk sampai di tempat itu. Ah, akhirnya saya sampai di lokasi itu juga. Kami bertanya kepada penduduk sekitar benarkah rumah yang sedang ramai itu adalah rumah kakak dari teman saya itu. Benar saja dan kami pun duduk-duduk di sepeda motor sambil menunggu isyarat acara tahlilan dimulai.

Acara pun di mulai, dan sungguh ini adalah pengalaman tahlilan pertama saya di sebuah desa yang letaknya lumayan jauh dari kota Pasuruan. Saya melihat suasana kekeluaragaan yang begitu akrab. Semua wacana jelek tentang Tahlilan yang digembor-gemborkan orang yang tak bertanggung jawab sontak sirna tanpa bekas. Saya tak menemukan rasa pamrih pada masyarakat sekitar meski rumah si mayyit tampak sederhana dan yang membuat saya terharu adalah tak ada hidangan istimewa yang dihidangkan saat itu, tetapi sungguh antusiasme masyarakat sekitar itu sungguh luar biasa.

Mereka berkumpul, bercengkerama, tak ada sekat apa pun di antara mereka. Lunturlah dalam benak sanubariku bahwa:

  1. Tahlilan itu akan semakin menambah kedukaan karena si ahli waris harus mengeluarkan sekian rupiah untuk mengadakan acara itu. SUNGGUH DEMI ALLAH, itu fitnah. Saya tidak melihat tanda-tanda itu.
  2. Sungguh, saya melihat guyub dan tali silaturrahmi yang semakin kuat di antara mereka. Bercengkerama, bercerita, dan ngobrol ke sana ke mari setelah acara usai. Tak satu pun saya melihat kegiatan yang menyimpang, malah sebaliknya, acara itu seperti mampu menjalinkan tali silaturrahmi baru bagi masyarakat sekitar, sesuai sunnah Rosul untuk selalu menyambung tali silaturrahmi.

Saya duduk di barisan paling belakang dengan beralaskan sandal jepit. Kami pun membaca:

  1. Alfatihah untuk si mayit
  2. Surat Yasin
  3. Doa setelah membaca surat Yasin
  4. Laa ilaaha illaallah berulang kali
  5. Ayat kursi
  6. Surat Alikhlas
  7. Surat Alfalaq
  8. Surat Annas
  9. Sholawat Nabi SAW
  10. Dan doa penutup

Acara pun selesai dan sungguh acara itu sangat hidmat. Saya sungguh menemukan sebuah keindahan, kedamaian, dan kesejukan malam itu, di lokasi itu. Jika masih saja ada orang yang dengan lantang bahwa acara itu tiada guna dan tertolak amalannya, biar saja! Toh mereka tidak melakukan kegiatan itu. Bagaimana mungkin seorang yang tidak melakukan suatu kegiatan itu, bisa merasakan manisnya suatu kegiatan itu?

Sama halnya ketika para peserta aksi demo keislaman waktu itu yang dikatakan yang bukan-bukan dari aksinya itu dengan mengatakan, bagaimana bisa merasakan dahsyatnya aksi itu jika kita tidak berada di tengah-tengahnya, begitu pula dengan indahnya tahlil yang saya rasakan malam itu. Bagaimana bisa mengatakan bahwa kegiatan itu penuh dosa dan tidak sesuai tuntunan serta tidak akan menimbulkan apa pun jika kita tidak pula berada di tengah-tengah kegiatan ini. Allahu A’lam. Semoga selalu dalam hidayah Allah SWT.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s