Malaikat ada di mana-mana

Alam langit dan bumi seakan berpadu padan dan jaraknya semakin dekat dengan hadirnya aneka teknologi yang mampu memudahkan segala aktivitas manusiawi. Betapa tidak, dulu ketika kita ingin makan sesuatu, kita harus bersusah-susah terlebih dahulu. Setidaknya, kita harus secara fisik pergi ke tempat tujuan, melakukan transaksi, dan kembali pulang.

Dan saat ini, urusan fisik seperti salah satu contoh di atas bukanlah hal yang biasa lagi, malah justru sebaliknya, tidak biasa? Itu soal perut, itu soal transaksi, dan semua itu ditopang dan diberdayakan oleh teknologi canggih yang dibuat khusus oleh orang-orang kafir (meminjam kata-kata dari tetangga sebelah, tetangga yang mau pakai teknologi orang kafir tapi tidak mau mengakui keberadaan sih pembuatnya, piye jal?).

Kita tentu saja tahu Facebook, atau sebut saja media sosial (medsos) lainnya yang sudah mendunia. Siapa yang tidak tahu fungsi dari Facebook ini. Kita bisa update status, bisa upload foto, dan bisa-bisa yang lain. Nah, dari Facebook inilah akhirnya muncul malaikat-malaikat baru pengganti malaikat langit. Orang jahat bisa tampak baik dengan status-statusnya yang ala malaikat, begitu juga sebaliknya.

Nah, akhir-akhir ini ada salah satu kawan yang bercerita tentang seseorang. Bisa dikatakan behind the scene seseorang. Mungkin ini terdengar seperti ngerasani, tetapi ini adalah contoh kasus betapa Facebook adalah sarana yang amat sangat bagus untuk menjadikan kita ‘malaikat‘, apa pun tabiat asli kita. Statusnya yang aduhai dan selalu menebarkan kebaikan, tentunya akan membuat semua orang terkagum-kagum, atau bahkan sampai minta tanda tangan. Aku pun tidak percaya jikalau yang bersangkutan itu seperti yang kawanku ini katakan. Dan saat sebuah email pribadi dikirimkan kepadaku, aku langsung sontak terkaget-kaget dan ternyata benar, statusnya tak mencerminkan tabiat aslinya. Ternyata dia termasuk ‘malaikat’ abal-abal yang menyaru di Facebook.

Kawan, nyetatus itu gratis dan bebas. Kita bisa nyetatus apa saja di tembok pribadi kita. Itu hak kita, tetapi secara pribadi aku pun malu jika aku harus nyetatus soal persahabatan atau perkawanan, tetapi aku sendiri tidak pandai dalam menjaga persahabatan atau perkawanan.

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga kita selalu bisa menjadi kawan dan sahabat yang baik bagi semua orang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s