Sang kontraktor hebat!

Blog saya ini terbilang mati suri dan baru sempat menulis lagi. Alhamdulillah bisa menulis lagi walau tidak dibayar. Dibayar ‘senang’ saja sudah alhamdulillah.

Kata orang, kalau sekolahnya tinggi, pasti sukses diraih. Kalau sekolahnya tinggi, materi pasti terpenuhi. Itu bisa benar, bisa juga salah. Tetapi, saya punya pendapat sendiri soal materi. Materi itu bukan hak mutlak orang-orang yang berpendidikan tinggi. Saya punya banyak teman yang berpendidikan tinggi; S1, S2, dan S3 dan secara materi, rumah pun masih harus membayar bulanan, siapa yang salah? Tidak ada yang salah. Semuanya benar karena bagiannya sudah ditentukan sendiri-sendiri.

Saya habis mengunjungi seorang tetangga yang baru melaksanakan ibadah umroh dan tetangga saya ini bercerita kepada saya tentang salah satu rombongan seperjalanannya. Ya, salah satu rombongan itu adalah seorang pemulung yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Saat masih memulung, dia sering menggelandang di Jakarta dan sekarang wow, anak buahnya sudah sangat banyak dan hidupnya dipenuhi dengan kemewahan materi. TETAP SAJA, dia masih berstatus ‘TIDAK SEKOLAH’ di KTPnya. Ah, siapa lagi yang mau bersombong ria dengan materi?

Lupakan cerita di atas, karena saya tak sedang fokus dengan masalah di atas. Saat ini saya sedang berurusan dengan seorang kontraktor bangunan. Ya, bisa dibilang kontraktor ini bukan kontraktor biasa. Bagi saya, kontraktor ini luar biasa! Dia yang hanya jebolan SD, mampu menyabet proyek-proyek bangunan besar tanpa harus berkolusi dan bernepotisme. Saya pun merasakan jasanya. Saat dia bercerita tentang dirinya, saya tidak percaya kalau dia hanya lulusan SD dan terus semakin ke kanan, dia semakin meyakinkan saya bahwa memang benar dia adalah seorang lulusan SD. Nah, lalu saya punya kacamata hitam sendiri soal ini. Ternyata, untuk menjadi sukses secara materi itu bisa ada sangkut pautnya dengan latar belakang pendidikan dan bisa pula sebaliknya. Yang terpenting, kita tak perlu BESAR RASA dengan tingkat pendidikan kita apalagi materi yang kita punya saat ini atau bahkan berputus asa. Kalau kita mau kerja, ya kita pasti bisa. Entah nanti hasilnya banyak atau sedikit, kita sudah berusaha. Intinya, kita tidak perlu membangga-banggakan tingkat pendidikan dan tingkat kekayaan kita. Wis ora zamane. Saiki wis zamane selfie hahaha. #Guyonan.

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT…..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s