Sudah sore, ayo pulang, kawan!

Pada suatu hari yang tampak cerah, dengan semilir angin yang terasa panas dingin. Rerumputan pun tampak hijau merona dari kejauhan. Kami pun sibuk mencari beberapa kupu-kupu di kuburan kuno yang berada tidak jauh dari rumah kami. Kuburan yang dipenuhi kuburan orang-orang Belanda pada zaman penjajahan itu tampak tidak seram lagi bagi anak-anak seusia kami. Malahan, tempat itu menjadi tempat bermain yang sangat asyik pada waktu itu. Banyak sekali hewan dan makhluk kecil lucu-lucu yang bisa kami bawa pulang.

Saya ingat betul dengan salah satu teman kami saat itu yang sangat jago menangkap kupu-kupu. Ya, Yanto namanya. (Semoga kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan selalu menyertainya). Yanto ini sungguh lihai dalam menangkap kupu-kupu. Tidak hanya itu. Nyalinya pun terbilang paling besar di antara kami. Terkadang kami masih mikir dua kali saat harus berlarian ke semak-semak dengan menangkap kupu-kupu yang kami minati. Sebaliknya, semak ini bagaikan kasur empuk bagi si Yanto.

Seharian kami berada di makam kuno itu. Wadah untuk kupu-kupu itu pun hampir penuh dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Ah sepertinya sudah waktunya untuk pulang. Saya pun mengingatkan semua teman-teman saya untuk segera pulang karena hari akan gelap sebentar lagi. ‘Tunggu…… Sepertinya ada yang kurang!’, pikir saya. Ternyata memang benar, Yanto ini berada paling jauh dari gerombolan kami. Saya perhatikan dari kejauhan. Ia masih tampak asyik dengan mencari kupu-kupu itu. Saya biarkan sejenak sambil berpikir untuk mengajaknya pulang segera.

Saya pun memutuskan untuk mendekatinya dan memintanya untuk segera pulang karena hari akan segera berganti malam. Ia sepertinya tidak menghiraukan saya. Masih saja asyik dengan memburu kupu-kupu yang diincarnya.

Beginilah saat orang itu kedanan. Kedanan bisa macam-macam. Kedanan capres, kedanan kerja, kedanan apa saja. Susah kalau diomongin atau diberi tahu, tak peduli hari ini semakin senja dan akan segera tiba malam. Tak peduli usia, tak peduli apa saja. Yang tidak sejalan dengannya tidak akan dihiraukan atau bahkan dijelek-jelekkan atau bahkan di-unfriend (hayo siapa yang suka unfriend? Eh, tapi ngomong-ngomong soal unfriend, cukup di FB aja kali ya. Kalau ketemu masih saling menyapa kan?)

Nah, kawan. Hari sudah sore. Sudah waktunya pulang. Sudah waktunya bijak dalam bersikap. Mari hentikan kegiatan kita sejenak dan beristirahat menikmati malam.

Advertisements

3 responses to “Sudah sore, ayo pulang, kawan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s