Akik sakti seharga 5 juta!

Kredit foto: kopesatdjbc

Bukan tanpa niat atau bahkan tidak sengaja saya menulis tentang batu akik ini. Cerita yang saya tulis ini pun mu’tabar dari mimpi saya semalam. Saya ingin menceritakan atau bahasa alaynya, curhat lah. cie cie…. 😉

Saya anggap mimpi semalam itu hanya bunga mimpi. Saat badan ini tak mampu lagi menahan kantuk yang super sekali, mata pun terlelap tanpa saya sadari. Teman sekamar saya pun ‘ngomel’ pagi-pagi akibat kantuk saya ini. Pantas saja ia ngomel! Karena saat ia bercerita, saya tinggal tidur tanpa pamit. Alhasil, satu-satunya penonton setianya tidak ada. haha

Kembali ke bunga mimpi saya tadi. Tiba-tiba saya didatangi seseorang yang tidak saya kenal sama sekali dengan tangannya yang dipenuhi cincin batu akik. Saya perhatikan tiap ujung jarinya dan saya dapati banyak sekali batu akik di tangannya. Di setiap jemarinya, saya melihat ada yang berisi 2, 3, dan 4. Ah, sungguh aneh mimpi saya ini. Saya pun tidak mengaitkan mimpi saya ini dengan hal yang berbau mistis.

Ah, saatnya bangun pagi. Saya pun ingat sekali mimpi saya tadi. Selang beberapa jam, teman sekamar saya pun bangun dari peraduannya, mandi, lalu ngobrol dalam kamar. Nah! Ternyata mimpi saya tad iini terjawab. Tiba-tiba teman sekamar saya ini bercerita tentang batu akiknya yang mau dijual. Tak tanggung-tanggung, ia mematok Rp5 juta!!

Saya pun penasaran. Apa hebatnya batu akik dia itu. Harga kambing tetangga saya saja tidak sampai segitu. Padahal jelas sekali kambing tetangga saya itu gemuk-gemuk. Ini batu cuma secuil tapi harganya roket sekali! Datanglah ia ke salah satu calon pembeli. Ia menunjukkan batu akiknya itu ke si pembeli. Saat awal transaksi, si pembeli tampak begitu yakin dan sangat ingin memiliki batu akik itu, kata teman saya tadi. Si pembeli ini bilang ke teman saya bahwa batu akik itu bisa dibanderol Rp5 juta! Teman saya pun langsung dag dig dug, sambil berdoa transaksi ini bisa deal! 

Ah nasib sedang tak memihak teman saya! Si pembeli ternyata mengurungkan niatnya untuk membeli batu akik itu setelah ia meneliti bahan dari batu akik itu. ‘Sayang sekali ya bro’, celetuk saya. Teman saya pun cerita lagi bahwa batu akiknya terindikasi terbuat dari bahan matang (apalah istilahnya, saya gagal paham soal peristilahan batu akik). Inilah alasan utamanya Rp5 juta yang ia idam-idamkan tak jadi masuk kantongnya. Ia pun saat itu juga tak memakai batu akik yang biasa terlihat melingkar di jari manisnya.

Meski batu akik itu tak jadi terjual karena terindikasi palsu, setidaknya saya punya kenangan tersendiri dengan batu akik itu. Setiap kali saya duduk bersebelahan dengan teman saya itu dan pada saat bersamaan ia memakai batu akik itu, saya selalu merasa kantuk yang luar biasa meski sudah tidur cukup saat malam dan nyeruput kopi pagi-pagi. Jangan-jangan, batu akik itu????

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s