Gadis Cantik Penghuni POM Bensin

Sore itu, saya hendak mengunjungi teman saya yang baru saja melangsungkan akad pernikahannya. Saya berangkat ke sana bersama teman-teman saya yang lain dengan naik sepeda motor secara beriringan. Kebetulan, saya dibonceng oleh teman saya, sebut saja Taufiq (semoga keberuntungan dan keselamatan selalu menyertainya). Sedangkan dua teman saya yang lainnya mengendarai sepeda motornya masing-masing.

Ya, selepas kami selesai mengikuti pengajian rutin di salah satu pondok pesantren yang berlokasi di Mojokerto, kami langsung melanjutkan perjalanan kami ke Sidoarjo guna mengunjungi salah satu teman kami ini. Kami pun menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam dan tepat saat adzan Maghrib berkumandang, kami sampai di tempat tujuan.

Kami pun ngobrol panjang lebar dan sesekali menggoda teman saya ini. Kebetulan, istrinya teman kami ini sangat cantik dan baik hati. Aneka suguhan pun dihidangkan dan tak lupa, lauk rendang yang sudah mendunia juga ikut dihidangkan. Saya perhatikan salah satu teman saya begitu lahap menyantap hidangan rendang ini dan tak lupa sesekali dia senyum-senyum sendiri, entah menikmati lezatnya rendang itu atau sedang tertawa karena bahagia melihat teman kami yang akhirnya menyempurnakan perjalanan hidupnya.

Hari semakin petang dan kami pun harus segera balik ke rumah masing-masing. Anak dan istri kami sudah menanti di rumah. “Kring, kring, kring”. Ponsel teman saya berbunyi dan sekilas saya mendengar tanpa sengaja percakapannya sepertinya istrinya memintanya untuk segera pulang karena takut berada sendirian di rumah. Saya membaca sinyal ini dan saya kemudian minta izin pamit ke tuan rumah.

Kami pun menyalakan mesin motor kami dan beranjak pergi menuju rumah kami masing-masing. Saya berada di barisan depan sedangkan 2 teman saya yang lain berada di belakang saya dengan kecepatan santai. Sambil menikmati udara kota Sidoarjo yang sudah lama tak kami hirup, kami bersepeda santai menyusuri tiap jalanan kota. Akhirnya kami melewati salah satu POM bensin yang tampak sangat ramai dari kejauhan. Menariknya lagi, di sebelah plang POM bensin itu, ada seorang gadis yang mengenakan pakaian putih-putih, bahu dan kakinya tampak putih, dengan membawa tas merah di pundak kirinya. Tampak dari kejauhan senyumnya yang begitu manis. Saya pun jadi geer karena sebelum dan sesudah saya melewati POM bensin itu, ia terus menatap saya sambil tersenyum.

Pikir saya, ia hanya gadis iseng atau memang gadis yang ramah yang suka melempar pandangan dan senyuman kepada siapa saja yang melihat atau memperhatikannya. Semakin jauh sepeda motor kami meninggalkan jarak POM ini dan tak tampak lagi gadis yang memandang saya dengan senyuman tadi. Saya pun penasaran dan sambil menyusuri jalan, saya tanya kepada teman-teman saya apakah mereka melihat seorang gadis cantik berambut sebahu, memakai pakaian putih-putih dengan tas merah di pundak kirinya. Tak satu pun dari teman saya ini melihat seorang gadis seperti yang saya ceritakan ini. Saya tegaskan lagi kepada mereka apakah mereka melihat seorang gadis yang saya sebutkan tadi. Mereka tetap mengatakan tidak melihatnya.

Saya pun tidak berpikiran macam-macam. Salah satu teman saya bilang bahwa itu mungkin kuntilanak penunggu POM bensin itu. Rajanya para gaib adalah Allah SWT, dan saya pasrahkan kejadian ini kepada-NYA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s