Bukan Matematika!

Dalam ilmu matematika yang dianggap sebagian orang sebagai ilmu paling pasti, ternyata tidak sepenuhnya bisa diterapkan dalam kehidupan yang sebenarnya. Saya percaya itu dan saya percaya yang pasti hanya Allah SWT!

Tadi malam, kami ngopi di salah satu warung langganan kami. Seperti biasa, kami memesan seporsi teh poci, dua nasi kucing, satu tempe dan tahu bacem, serta dua ceker ayam. Di sela-sela menikmati hidangan yang kami pesan itu, kami ngobrol panjang lebar mengenai kehidupan masing-masing, terkadang kami pun menyinggung kisah hidup seseorang. Ya, semalam itu sungguh pengalaman luar biasa bagi saya pribadi. Seolah-olah Allah SWT semakin menguatkan saya bahwa kesuksesan itu tidak bisa dihitung secara matematis. Jika 1+1 pasti sama dengan 2, maka hitungan Allah SWT pun tidak pasti 2; bisa satu, bisa nol, bisa 2, atau bisa lebih besar daripada dua. Itulah jalan Allah SWT, cara Allah SWT, betapa pun hasilnya dan bagaimana pun hasilnya, semuanya akan indah pada waktu-Nya!

Ya, teman ngopi saya ini bercerita bahwa ada salah satu kakak kelas kami yang dulu sukses luar biasa saat masih proses kuliah. Betapa tidak, ia dipercaya oleh dosen-dosen di kampusnya sebagai seorang asisten dosen atau singkatnya asdos. Siapa yang tidak tahu dengan profesi mahasiswa ini. Semua orang (normal) pasti menginginkan posisi ini – menjadi asisten dosen. Harapannya pun bermacam-macam; mendapatkan pekerjaan bonafide dengan mudah kelak setelah lulus, atau mungkin juga akan diangkat sebagai dosen di kampus tercinta atau kampus yang membutuhkan jasanya. Itulah hitungan matematikanya. Asisten dosen pasti sukses dengan keilmuannya – setidaknya ilmunya bisa digunakan sebagai pondasi mencari nafkah; bekerja dan berkarya menggunakan ilmu yang didapatnya saat masih di bangku kuliah.

Jika 1+1 sama dengan 2 benar menurut matematika, maka 1+1 belum tentu 2 menurut ilmu Allah SWT. Saya tidak menceritakan ketidakberuntungan kakak kelas saya ini, tapi terlebih saya mengajak Anda sekalian untuk merenung bahwa tiada kesuksesan ini melainkan atas izin Allah SWT. Salah besar jika kita menggantungkan kesuksesan kita ini dengan nilai-nilai atau angka-angka perkuliahan yang kita dapatkan semasa kuliah kita. Banyak sekali faktor X yang tidak bisa kita kendalikan dan justru faktor X inilah yang menentukan nasib kita. Singkatnya, jika Anda mahasiswa, belajarlah untuk menjadi yang terbaik; tidak hanya nilai terbaik tetapi juga perilaku terbaik. Jalan Allah SWT itu indah. Saya kutip kata-kata ini dari dosen pengampu mata kuliah sastra saya, Dr.Hj.Mutmainah Mustofa, M.Pd. Lalu, bagaimana kita bisa mencapai ‘Jalan Allah SWT itu indah’ jika kita tidak mampu menghadirkan yang terbaik untuk diri kita?

Semoga kita semua tersadar bahwa kekuatan terbesar yang menentukan kesuksesan kita bukanlah angka-angka atau sekumpulan logika kesuksesan terkait perilaku kita sehari-hari. Lebih dari itu, Allah SWT jualah yang menentukan segalanya. Kita hanya wajib melakukan yang terbaik; terbaik untuk diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s