Amalan Penghilang Raga!

Perjalanan dari Pasuruan terasa begitu melelahkan, apalagi saat malam sebelum perjalanan saya hampir bisa dikatakan tidak menikmati tidur yang berkualitas – saya harus menyelesaikan berbagai urusan dunia saya yang harus selesai malam itu agar saya bisa menyelesaikan urusan berikutnya dengan tenang tanpa hambatan.

Hampir dua jam saya bergelut dengan debu jalanan dan sampai juga di kota Malang dengan selamat. Ponsel saya pun berdering menunjukkan ada pesan BBM yang masuk. Saya buka dan baca sekilas. Pesan itu berbunyi, ‘R.401’. Pikiran saya pun langsung tertuju ke salah satu kamar yang biasa saya tempati saat ada perkuliahan Jumat dan Sabtu. Ya, R.401 berarti Rusunawa Lantai 4 No. 1. Saya pun memarkir kendaraan saya di kampus dan sedikit berjalan menuju Rusunawa tersebut; salah satu teman kuliah saya sudah menunggu saya di sana.

Saya lalu mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. Lalu dari dalam kamar terdengar suara, ‘Alaikum salam,’ jawab teman saya. Saya lepas alas kaki saya dan menaruh semua barang saya di tempat yang sudah disediakan. Saya sempatkan diri untuk merebah di atas kasur sejenak sambil ngobrol dengan teman sekamar saya ini. Ia bercerita bahwa saat ia pulang dari perkuliahan minggu lalu, ia dihadang dua orang berambut gondrong di daerah yang tiada penghuninya sama sekali selain daerah itu juga memiliki tanjakan yang bisa dibilang tajam! Kenyataan pahitnya pun jelas bahwa banyak orang yang meregang nyawa di daerah ini akibat tindak kriminalitas perampokan atau pembegalan yang bisa dikatakan tinggi.

Saya pun semakin penasaran dengan cerita teman saya ini dan saya mengajukan berbagai pertanyaan seputar kejadian itu. Saya sempat nyeletuk bahwa mungkin para penghadang itu tidak mampu melihatnya atau dengan kata lain raganya tidak tampak bagi para penghadang ini. Ia pun bercerita lagi dengan eskpresi yang sepertinya mengamini celetukan saya. ‘Saat saya melihat dua orang itu tadi dari kejauhan, saya sudah merasa was was jangan-jangan ini orang jahat. Saya akhirnya membaca sholawat sepanjang jalan. Alhamdulillah,  saya selamat.’, kata teman saya.

Saya senang mendengar cerita teman saya ini dan semoga kita semua dijauhkan dari segala marabahaya jalanan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s