Kaligrafi itu selalu menyejukkan hatiku!

Di sebuah sekolah Madrasah Aliyah yang sarat dengan pendidikan agama, dengan para kiai dan ulamanya yang sudah tidak diragukan lagi kedalaman ilmu keagamaan serta kealiman dan kewiraiannya, dihelatlah kegiatan tahunan rutin yang diikuti oleh seluruh siswa dalam satu jenjang pendidikan. Kami biasa menyebutknya class meeting saat itu.

Sebagai salah satu bagian dari sekolah itu, aku pun turut ambil bagian sebagai peserta lomba dan kebetulan salah satu teman akrabku (sebut saja Hanif Asyhar; sekarang menjadi seorang kiai di Situbondo – semoga Allah selalu melindunginya) diminta oleh ketua kelasku waktu itu untuk mewakili kelas sebagai peserta lomba kaligrafi. Tak ada yang janggal dalam perlombaan itu, malah semuanya terkesan biasa-biasa saja sampai akhirnya sebuah tulisan Arab di papan tulis hitam mengalihkan sekilas pandanganku. Dan tulisan itu terbaca dengan sangat jelas dengan khot Arabnya yang begitu khas. Dan tak kalah menariknya lagi, lekukan-lekukan tulisan itu memiliki daya estetika yang luar biasa. Hatiku pun saat itu bertanya-tanya siapakah gerangan yang menulis tulisan Arab itu dengan begitu indahnya.

Lomba pun dimulai dan semua peserta mulai menunjukkan kemahirannya dalam membuat karya kaligrafi dengan lafaz yang sudah ditentukan oleh dewan juri. Aku pun memerhatikan dewan juri satu per satu dan kudapati beberapa sosok karismatik di sana. Salah satunya adalah beliau; K.H. Salim Azhar. Aku masih ingat dulu ketika temanku yang super rame, sebut saja namanya Amin Rosyid (semoga kebahagian dan kemakmuran serta lindungan Allah menyertainya), membuat kegaduan di kelas saat pelajaran bahasa Arab berlangsung. Satu kelas pun gaduh riuh seperti pasar pagi pindah. Guru pada umumnya akan berteriak atau menegur yang bersangkutan, namun beliau ini hanya diam sambil senyum dengan tatapan yang khas. Dalam hitungan detik, satu kelas pun terdiam dan tak bersuara lagi sampai kelas selesai. (Semoga anak-anakku kelak bisa menemukan sosok murabbu nafs yang seperti ini).

Ya, tulisan itu selalu menjadi teka-teka dalam hidupku hingga saat ini. Aku pun mulai mengait-ngaitkan tulisan ini dengan tokoh-tokoh ulama besar yang sudah mendahului kami atau yang saat ini masih berjuang menegakkan kalimat Allah. Teka-teki itu pun sedikit demi sedikit mulai terkuak hingga akhirnya aku pun diberi kesempatan berjumpa dengan sang penulis tulisan Arab di papan tulis waktu itu! Suatu kebahagiaan yang tak ternilai!

Sekian lama mencari, akhirnya kudapati bahwa rangkaian tulisan yang indah itu ternyata diambil dari salah satu ayat dari Surat Yunus yang bunyi dan artinya seperti berikut ini:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(QS: Yunus Ayat: 62)

Hatiku selalu tenang dan merasa tenteram saat membaca ayat ini dan membayangkan sosok siapa saja yang aku kenal yang dalam hidupnya tak pernah dirundung rasa takut ataupun rasa sedih, apa pun yang menimpanya. Kebenaran hanya milik Allah SWT semata.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s