Pom Bensin Angker!

Saat itu, malam sudah semakin larut dan jam menunjukkan pukul 10 WIB. Di tengah perjalanan pulang menuju Pasuruan ada yang mengganjal di bagian bawah tubuh saya. Ya, saya kebelet pipis. Saya pun menoleh ke kanan dan ke kiri dengan harapan ada SPBU, musholla, atau masjid yang bisa saya singgahi untuk melepas ketegangan yang ada di bagian bawah tubuh saya itu. Berhenti di tengah-tengah hutan untuk sekadar pipis pun bukan cara yang elegan bagi saya. Saya tidak terbiasa pipis di sembarang tempat.

Berkilo-kilo perjalanan sambil menahan pipis, akhirnya saya melihat plang ‘SPBU Buka 24 Jam’ dari kejauhan. Saya akhirnya mengambil jalur kiri dan bersiap-siap untuk membelokkan mobil saya ke SPBU itu. Saya pun tak sendirian berada di sana. Saya perhatikan ada satu mobil sejenis bison yang mengantre bensin. Saya perhatikan dari saat saya masuk sampai saya memarkir mobil di depan toilet SPBU. Hampir 5 menit saya memperhatikan mobil itu dan si pengendaranya pun tampaknya terlihat kecewa. Ia bergegas meninggalkan SPBU itu dengan perasaan dongkol. Tak ada seorang pun yang menjaga SPBU itu! Padahal, lampu-lampu SPBU itu masih menyala terang benderang beserta tulisan yang menunjukkan masih buka.

Saya pun tak ambil pusing. Saya sedang kebelet pipis yang sudah tak tertahankan lagi. Saya langsung saja ke arah toilet, masuk ke sana dan cuuurrrr. Saat dalam kamar toilet, saya merasakan sesuatu yang janggal dan saya pun merasa agak jijik serta ragu akan kebersihan airnya. Betapa tidak, air dalam kulah toilet terbilang sangat sedikit ditambah lagi warnanya yang sudah menghijau seperti nanah, lebih parahnya lagi, tergeletak beberapa serangga berbisa di sana. Apa mau dikata, saya dalam keadaan terpaksa. Yang tak kalah seram lagi, di sebelah kulah mengalir air hujan yang sangat deras dari atas atap. Saya pun berusaha tenang! Hanya mbatin, jika saya harus bertemu dengan penghuni ketiga tempat ini, maka saya akan mengajak mereka mampir ke rumah saya di Pasuruan.

Saya pun selesai dengan urusan pipis saya dan bergegas keluar dari toilet. Saya perhatikan lagi tempat pengisian BBM dan memang benar tak ada seorang pun yang menjaga SPBU itu. Saya pun tetap berlalu. Masuk ke mobil, menyalakan starter, dan bergegas pulang ke Pasuruan. Saat dalam perjalanan, kita tidak tahu apa yang akan kita temui, tapi yakinlah bahwa sebaik-baiknya teman perjalanan adalah Allah SWT!

Advertisements

3 responses to “Pom Bensin Angker!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s