Mimpi Aneh!

Beberapa waktu yang lalu, selama 2 hari bertubi-tubi mengikuti perkuliahan yang dibimbing oleh 1 profesor bidang sosial budaya dan 1 profesor bidang linguistik serta 2 doktor yang masing-masing membidangi bahasa membuat saya mulai berpikir ulang untuk lebih berevolusi ke bidang lain; sebut saja menjadi penulis dadakan dengan tulisan tentang apa saja dan bisa dijual secara bebas. Syukur-syukur, bisa laku keras!

Saya mulai mengumpulkan ide, mencari referensi, mengatur pola tidur dan jam kerja, serta mencari apa saja yang bisa menunjang cita-cita baru saya ini. Alhasil, saya malah tidak melakukan apa-apa. Nah, kok bisa?

Ya bisa saja lawong terjadi korsleting otak yang luar biasa pada diri saya. Setelah berhari-hari galau memikirkan cita-cita baru ini, akhirnya datang seorang kawan yang tak asing bagi saya. Saya tidak tahu bagaimana kawan saya ini tiba-tiba mengganggu tidur saya malam itu. Ia mendatangi saya dan berkata, “Ingat asalmu, ingat apa yang membuatmu bisa seperti sekarang ini, ingat bahwa yang kamu lakukan saat ini masih awal dari muara kariermu, so jangan coba-coba bergeser dulu. Tetap fokus dalam usahamu yang sekarang ini.” Saya pun langsung terbangun dan sedikit linglung campur kaget (kayak es oyen). Ucapan teman saya itu selalu mengiringi hari-hari saya dan membuat saya berpikir ekstra keras.

Saya pikir dan pikir lagi. Saya pikir-pikir siang dan malam. Walau dalam mimpi, perkataannya seakan tampak nyata dan seperti pesan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Saya pun mencoba merenungkan sejenak kata-kata teman saya dalam mimpi tadi. Ternyata, saya dipaksa berpikir dengan sangat keras lagi terkait perkataan teman saya dalam mimpi tadi.

Akhirnya, saya luangkan waktu satu malam. Tak lupa pula, saya menyeduh kopi sebagai teman pengusir kantuk yang sebenarnya sudah tak tertahankan lagi. Saya mulai meraba dari awal saya memulai kehidupan saya sebagai tukang kata (bahasa Inggrise nek gak salah wordsmith). Ternyata benar juga kata teman saya. Porsi pekerjaan saya ini terlalu besar untuk dihabiskan oleh jutaan tukang kata seperti saya; masih ada banyak kue lezat yang bisa dinikmati. Walau demikian, ini bukan berarti saya tidak akan menulis apa pun tentang kehidupan saya. Saya hanya menggantungkan cita-cita saya ini untuk sementara waktu. Saya pasti akan menjemputnya suatu saat nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s