Mau jadi orang sakti? Ayo kerja!

Saat Anda mendengar kata sakti, Anda pasti langsung membayangkan orang bisa terbang, kebal terhadap senjata, bisa tidak basah walau terkena hujan, berjalan di atas air, bisa melihat barang gaib, berkomunikasi dari jarak jauh, dan lain sebagainya. Jika demikian, berarti Anda masih normal. Tapi tahukah Anda bahwa Anda diberi otak oleh Tuhan agar Anda mau berpikir dan berpikir, sampai-sampai Tuhan pun dalam Al Qur’an menegur manusia yang berpaling atas kekuasaan-Nya dan tidak menggunakan akalnya dengan kalimat افلا تعقلون (mikiro!) hingga sebanyak 13 kali. Wow, luar biasa bukan?

Nenek atau kakek kita pasti pernah bercerita tentang bagaimana orang zaman dulu mampu berjalan di atas air, menangkal hujan atau bahkan saat hujan, tak setetes air pun yang menempel di bagian tubuhnya, pergi dari satu tempat ke tempat yang lain dalam waktu sekejap, dan lain sebagainya. Kita boleh percaya, tetapi hal seperti ini tidak boleh mengikat pemikiran kita untuk selalu berada di saluran yang sama. Mengerti maksud saya? 😉

Beda lagi dengan zaman sekarang. Jika Anda ingin bisa terbang, itu gampang! Naiklah pesawat terbang. Anda hanya butuh waktu sejam untuk sampai ke Jakarta dari Surabaya. Jika Anda ingin bisa berjalan di atas air selama bermil-mil, gampang! Naiklah kapal, sampai di tempat tujuan tanpa terasa capek kaki Anda. Mau apa lagi? Oh ya, Anda mau bisa telepati? Belilah HP dan saya jamin Anda bisa bertelepati bahkan bisa ngomong berjam-jam dan Anda tak perlu puasa atau melakukan ritual apa pun. Ayo kita renungkan افلا تعقلون (mikiro!) dari Tuhan! Anda mau ajian pengasihan tingkat tinggi? Itu gampang! Kuncinya adalah bagaimana Anda mampu menggunakan akal Anda untuk bisa mengakses itu semua dengan jalan bekerja guna mendapatkan kunci akses ke semua itu.

Saya tidak bermaksud mendewakan uang atau harta, tetapi sekali lagi افلا تعقلون (mikiro!). Manfaatkanlah uang atau harta kita untuk tujuan yang baik. Uang bukan segalanya, tetapi dengannya kita mampu menjadi orang sakti modern. Jika kita tak beruang, apakah kita bisa naik pesawat begitu saja?

Ngomong-ngomong tentang ilmu pengasihan, saya punya pengalaman lucu dengan salah satu teman saya. Pada intinya, saya ingin memberi pelajaran bahwa di zaman yang serba modern ini, tidak semua perkara bisa diselesaikan dengan hal-hal yang berbau mistis. افلا تعقلون (mikiro!) ini perlu kita pegang. Ayo kita berpikir cerdas dan pintar!

Pada suatu malam (sekitar pukul 00.00) di salah satu desa berbukit, kami ingin berziarah ke salah satu makam waliyullah (Makam Sunan Sendang). Tak terlintas di benak kami kalau jam segitu sudah tidak ada tukang parkir yang menjaga parkiran ditambah lagi, semua pintu menuju ke makam ditutup. Alhasil, tidak ada orang yang berziarah ke makam itu saat larut malam. Saya pun akhirnya melihat sekitar dan saya dapati ada seorang pemuda berambut gondrong dengan rokok di tangan kanannya. Saya menghampirinya dan sedikit berbasa-basi dengannya. Saya bertanya ke dia, “Mas, kenal Mohammad Abduh anak sekitar sini?” “Sudah meninggal, Mas,” jawabnya. “Waduh, piye iki?” dalam hati saya berkata. Nah, saya pun akhirnya menggunakan “ajian pengasihan” saya karena harapan terakhir saya sudah tidak ada. Saya perhatikan teman saya sedang mengamati saya dari jarak sekitar 20 meter dari pemuda ini. Ia mengetahui gerakan-gerakan saya dan akhirnya ia pun bertanya setelah pemuda ini mau bersusah payah menunggu sepeda saya agar tidak dimaling orang jahat. Tak hanya di situ, pemuda ini pun ke sana kemari untuk mencari kunci makam Sunan Sendang ini. Saya hanya duduk-duduk di depan pintu makam sambil melihat teman saya dengan kepalanya yang dipenuhi tanda tanya. Saya perhatikan dia dan saya pun tertawa dalam hati sambil berbicara dalam hati, “Wah, kena deh!”. Tak lama setelah itu, pemuda itu datang dengan membawa kunci. Tak hanya itu, juru kuncinya pun mampu didatangkan pemuda ini. Saya perhatikan lagi teman saya dan ia pun semakin penasaran dan akhirnya bertanya, “Lex, mbok apakno arek iki?” (Kurang lebih artinya, “Lex, kamu apakan pemuda ini sampai begitu?”). Saya jawab dengan enteng, “Tak sebul, bos.” (Saya bacakan mantra). Ia pun tambah heran. “Kok iso mandi ngono, iku sebulan opo?” tanyanya penuh penasaran (Kok bisa langsung manjur begitu mantra seperti apa). Lagi-lagi saya jawab dengan enteng, “Ojo o arek iki bos, dukun sing paling sakti wae iso takluk karo pengasihanku iki.” (Jangankan anak ini, dukun paling sakti pun bisa tunduk dengan pengasihan* saya ini). Teman saya ini semakin heran dan bingung dan saya pun tidak tega melihatnya. Akhirnya saya jelaskan rahasia dari mantra pengasihan saya ini. Saya jelaskan kepada teman saya ini bahwa pemuda ini saya ajak salaman dan saya selipkan uang Rp50.000 di tangan saya sambil saya meminta tolong kepadanya untuk menjaga motor dan mengambilkan kunci makam untuk saya. Nah… Kalau sudah begini, bukankah Anda pun bisa ‘sakti’ seperti saya? Caranya? Ya kita harus kerja, terus dapat dana, dan silakan Anda pilih Anda mau sakti seperti apa… 😀

افلا تعقلون (mikiro!)

*Pengasihan di sini berarti pemberian berupa barang berharga terlebih uang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s