Sobat, saat aku seusiamu nanti, apakah aku bisa sepertimu?

Dalam balutan hingar-bingar kota metropolitan lengkap dengan keramaiannya yang hampir sama setiap harinya, Tuhan memberi saya kesempatan untuk belajar hidup dari seorang sahabat; pelajaran hidup ini seperti mata kuliah yang saya tempuh meski tidak memakai sistem UTS dan UAS sebagai evaluasi keberhasilannya. Sehari semalam terasa kurang, rasanya seperti setengah jam!

Ia sosok yang sangat hebat (menurut saya lo ya). Dengan semua harta yang dipegang, keturunan yang pasti setiap orang tua bisa banggakan, gelar yang sudah mencapai titik penghabisan, dan ilmu pengetahuan khusus yang bermuara di otaknya, tak sedikit pun saya melihat sifat sombong di matanya, perkataannya sangat menyejukkan, dan selalu rendah hati di hadapan siapa saja. Bahkan, seorang kuli pun ia ajak ngobrol, ditanya namanya, dan berbagai hal seperti tidak ada batas di antara mereka. Saya hanya terdiam dan tersenyum dalam hati melihat sikapnya yang rendah hati ini.

Lain lagi ceritanya, saya pernah pergi ke salah satu instansi pemerintahan di kota tempat tinggal saya. Saya melihat ada sesosok lelaki yang saat itu tampak sangat membutuhkan informasi untuk mengurus KK (Kartu Keluarga)-nya. Tiba-tiba, muncul di hadapannya seorang petugas atau bisa dibilang pejabat kantor itu (saya kurang tahu pangkat dan golongannya). Sesosok lelaki tadi langsung menghampirinya dan dengan gerakan sopan serta tutur kata yang lembut ia bertanya kepada pejabat itu. Saya lihat dan perhatikan pejabat itu tidak membalas pertanyaan tersebut dengan baik tapi malah menunjuk-nunjuk sesosok lelaki itu sambil menghisap rokok dari tangan kirinya. Saya sangat yakin ia tak sekaya sahabat saya, saya tidak yakin ia tak secerdas dan sebergelar sahabat saya, saya pun sangsi ia punya anak yang seperti anak-anak sahabat saya. Melihat betapa angkuh dan sombongnya, saya ingin ngampleng orang ini (geregetan bingits). Ah, ini adalah komparasi singkat antara orang lain dan sahabat saya ini.

Kembali lagi ke sahabat saya ini. Pertanyaannya adalah, mampukah saya seperti sahabat saya ini saat saya seusianya nanti?

  • Kaya raya
  • Punya anak-anak yang menyejukkan hati
  • Bergelar S3
  • Cerdas dan pintar
  • Rendah hati dan tidak sombong

Mohon doanya para pembaca ya….. 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s