do NOT claim, but thInk!

Selamat malam rekan-rekan saya yang hebat-hebat,

Semoga tulisan sekaligus kesaksian dan pengalaman saya ini bisa membesarkan mereka yang saat ini sedang berkecil hati dan menambah wawasan bagi mereka yang saat ini masih berbesar hati.

Sekelumit tentang saya

Saya adalah seorang penerjemah purna waktu yang terlahir di sebuah desa yang dulunya sangat tertinggal. Ayah saya (saya biasa panggil beliau ‘pak’e) adalah seorang nelayan yang hanya tamatan SD dan almarhum Ibu saya (saya biasa panggil beliau ‘mak’e – bila Anda muslim dan sedang membaca tulisan saya ini, mohon bacakan surat Alfatihah untuk beliau) adalah seorang ibu yang sangat hebat meskipun beliau tidak pernah mengenyam pendidikan dan bahkan tidak bisa baca, tulis, dan hitung (calistung). Saya adalah anak terakhir dari 4 bersaudara. Kedua kakak perempuan saya hanya tamatan SMA dan bekerja sebagai ibu rumah tangga dan kakak laki-laki saya hanyalah tamatan SD yang berprofesi sebagai tukang becak. Apa pun mereka, saya bangga dengan mereka karena merekalah sebenarnya orang-orang hebat yang tak kenal lelah dan putus asah. Saya hanya berbekal sebuah kemauan keras untuk selalu menjadi selangkah lebih maju dari orang-orang di sekitar saya. Karena keterbatasan inilah saya bisa kuat. Teman-teman sekolah saya semuanya mengenyam pendidikan S1 di universitas-universitas negeri terbaik di Indonesia sedangkan saya hanya mampu mengambil studi S1 saya di kampus yang murah meriah dan tanpa nama karena memang saya tidak mampu secara ekonomi kalau saya harus kuliah di universitas negeri yang ada dan pilihan saya jatuh pada Fakultas Sastra Universitas Dr. Soetomo. Saat saya kuliah dulu, siang harus kerja dan malam harus mengerjakan tugas-tugas kuliah. Pagi, berangkat kuliah. Tapi hidup itu terasa indah saat ini meski kadang-kadang saya mau menangis sendiri saat ingat saya hendak dropout dari perkuliahan karena tidak mampu membayar SPP. Dan inilah saya. Seorang anak nelayan yang selalu ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama. We were born to share and if you do not share, just go to hell!

Hehehe…..Semoga Anda percaya. πŸ˜€

Saya tidak akan menulis panjang lebar di sini. Saya hanya akan menuliskan kembali beberapa pertanyaan dari para rekan penerjemah kepada saya selama beberapa minggu terakhir ini beserta jawaban saya. Dan tentu saja pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya adalah, “Sibuk apa, Mas, sekarang?” Lol!!

Pertanyaannya?

Bagaimana saya bisa masuk ke ranah dunia penerjemahan internasional? Apakah saya harus menjadi anggota Proz atau TC berbayar terlebih dahulu sehingga bisa mendapatkan proyek terjemahan internasional?
Pertanyaan ini juga sering saya temui dan saat saya mendapatkan pertanyaan ini saya akan senyum-senyum sendiri karena dari nada bicara si penanya, tampak sekali bahwa si penanya adalah orang yang ingin masuk dunia ini tapi masih ragu-ragu; kalau saya bayar, apa saya bisa dapat proyek seperti Mas Ahnan. Kurang lebih saya menangkap pesan seperti itu. Ya, saya adalah anggota Proz dan TC waktu itu, tapi saya adalah anggota gratisan karena memang tidak mempunyai daya beli yang kuat (buat makan aja susah je! :D). Saya beruntung meskipun saya bukan anggota berbayar tapi saya diberi kesempatan oleh pemilik situs TC untuk melokalkan sistusnya. Terlebih lagi, saya bisa mendapatkan proyek terjemahan dari salah satu perusahaan asing melalui Proz seharga 1 rumah+perabotan lengkap di atas rata-rata, meskipun waktu itu saya adalah anggota tak berbayar. Is it luck or hard work? Saya adalah orang yang paling getol nge-bid waktu itu. Ribuan penolakan pun saya alami, tapi saya tidak berhenti sampai di situ. Terus dan terus nge-bid adalah kebiasaan saya waktu itu (sekarang saya malas nge-bid). Anda boleh mengatakan bahwa ini adalah kerja keras sekaligus keberuntungan saya. Whatever it is, it is what I am.

Lalu, seberapa besar peluang kita bila kita adalah anggota berbayar di Proz atau TC?
Saya malah jarang mendapatkan proyek terjemahan setelah saya menjadi anggota berbayar di Proz atau TC. Maaf saya tidak bermaksud menyerang siapapun di sini, tapi inilah kenyataan yang saya alami saat ini.

Apakah saya menggunakan CAT Tool dalam setiap aktivitas menerjemahkan saya?
Jawaban saya adalah ‘TIDAK’. Sembilan dari 10 klien saya adalah klien internasional dan hampir semuanya tidak pernah meminta saya mengerjakan dokumen mereka dengan CAT Tool tertentu. Bahkan, ‘mega project’ (USD/EUR 1.000-4.500 per bulan) dari beberapa klien Amerika dan beberapa klien dari Eropa pun TIDAK mensyaratkan saya untuk menggunakan CAT Tool.

Lalu, apa yang saya gunakan?
Saya hanya menggunakan word processor pada umumnya (MS. OFFICE) dan ada beberapa klien yang memang memiliki CAT Tool sendiri (biasanya online dan tidak usah beli).

Kalau begitu, apa perlu kita beli CAT Tool, misalnya SDL Trados, Wordfast, dst.?
CAT tool itu tetap perlu dan ingat bahwa semuanya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kita saat ini. Kita pun tidak boleh beranggapan bahwa kalau kita memiliki CAT Tool, maka klien internasional pasti akan berbondong-bondong menghampiri lapak kita. That’s a big mistake, Pal! Yang pertama dan paling utama adalah “KUALITAS TERJEMAHAN’ kita, bukan yang lain. Sebuah mesin tidak akan pernah hebat kalau tidak ada manusia hebat di dalamnya.

Beli atau tidak?
Sekali lagi, sesuaikan dengan kebutuhan kita. Kalau kita memang tidak pernah atau tidak sering mendapatkan proyek yang meminta kita untuk menggunakan CAT Tool, sebaiknya alokasikan dana tersebut untuk kebutuhan yang lain yang lebih perlu. Bila sebaliknya, kita boleh membelinya.

Ada pertanyaan? πŸ˜€

Ini adalah pengalaman pribadi saya. Anda boleh boleh percaya dan boleh tidak, boleh setuju dan boleh tidak setuju. Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini bila ada yang perlu disampaikan, baik positif maupun negatif. Saya tunggu…

Perhatian untuk para pembaca:
Penulisan judul tersebut di atas adalah SALAH sama sekali dan mohon tidak ditiru. Penulisan judul tersebut sengaja dibuat sedemikian rupa untuk menyesuaikan isi dari judul tersebut.
Note for the readers:
The title as written above is deviating the standard rule of English grammar, so do NOT copy. It is intentionally made in such a way to draw the readers’ attention to what is implied in my writing. πŸ™‚

*ditulis di tengah-tengah deadline.

Advertisements

7 responses to “do NOT claim, but thInk!

  1. Nais inpoh, Gan Ahnan. Saya paling suka bagian KUALITAS TERJEMAHAN. Para penerjemah tercupu dan termaster sebaiknya baca nih. Sebaiknya ajukan banyak pertanyaan juga biar Mas Ahnan makin sibuk jawab. Hahahahaha….

    al-fatihah…..

  2. 1) Dari nama trendy yang diberikan oleh orang tua yang nelayan, sebenarnya agak sulit mempercayai bahwa orang tua berlakang belakang pendidikan sederhana. Anyway, what is in a name ..
    2) Kesederhanaan dan kejujuran penulis menjadi kekuatan dan daya tarik yang memotivasi sekaligus memberi inspirasi bagi orang lain yang ingin menjangkau cita-cita kehidupan yang lebih baik ..
    3) Membaca pengalaman penulis pada saat sebelum dan sesudah menjadi anggota berbayar di ProZ menjadikan saya berpikir tentang kemungkinan adanya daya juang yang lebih besar pada saat belum merasa berada dalam zone nyaman (pls correct me if I am wrong, because I am just saying my instant thought) — Still, I wish you DUCK, Master Ahnan .. πŸ˜€
    4) Dalam hal pendapat penulis tentang perlu dan tidaknya kita membeli CAT Tool, hal itu agak melegakan karena sifatnya membesarkan hati bagi penerjemah yang belum mampu membeli CAT Tool atau belum mampu menguasainya … setidaknya untuk sementara waktu SAMPAI kedua hal tersebut bisa melengkapi persenjataan penerjemah pemula (saya cenderung menganggap diri sendiri sebagai penerjemah pemula tanpa mengurangi kepercayaan diri dalam hal kualitas kemampuan/atau potensi kemampuan yang ada saat ini).
    5) Semoga penulis tetap semangat dan punya kesempatan dalam membagikan pengalamannya yang menarik dan berguna ….. bravo Ahnan!

  3. Ealaaah … tak pikir selama ini si mbah pake CAT Tool yang pusing-pusingin otak … ternyataaaaa … hihihi …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s