Sang Idealis ‘Aneh’

Tahukah kalian siapakah yang aku maksud dengan ‘Sang Idealis Aneh’. Ya, mereka adalah para mahasiswa atau mungkin bukan mahasiswa yang menggebu-gebu untuk menggapai keinginannya namun ketika peluang itu menghampiri dan ingin ‘disetubuhi’-nya, peluang itu tak dijamah dan ‘disetubuhi’ atau bahkan dicampakkan sama sekali.

Walah dalah! (Pinjam ungkapan guruku, Sutarto Mohammad). Terus piye jal? (Ini juga pinjam dari petugas angon bebek eh salah, seorang pemilik agensi yang tersohor, Rahmad Ibrahim). Cerita ini berawal ketika aku menerima beberapa CV dari rekan-rekan mahasiswa yang tidak bisa aku sebutkan namanya satu-satu karena keterbatasan ruang :). Saat itu aku menerima CV satu per satu dari mereka secara online. Aku pun membalas email mereka satu-satu dengan gayaku sendiri. Tentu saja bukan dengan gaya ‘gigi keluar semua’ namun dengan gaya ‘gigi yang agak terbuka’. Suatu ketika, salah satu rekanku memberitahuku kalau ada salah satu rekan mahasiswa yang pernah melamar ke tempatku dan menanyakan kejelasan CVnya itu kepada rekanku. Sontak aku terkejut dan mungkin agak tersinggung kenapa dia harus bertanya kepada rekanku dan bukan kepadaku langsung toh rekanku itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang aku miliki dan kelola. Walah dalah dasar gemblung! Ups, :D.

Aku pun merasa tidak nyaman dengan kejadian tersebut dan akhirnya aku putuskan untuk memberi pekerjaan terjemahan kepada yang bersangkutan. Tahu apa yang terjadi? Sudah tiga hari sejak artikel aneh ini aku tulis, tak ada jawaban apa pun dari yang bersangkutan. Lalu bagaimana dengan terjemahan yang saya berikan? Apa aku ‘gagal deadline’ dan dicaci maki oleh klienku? Alhamdulillah tidak karena aku hanya memberi sekitar 200 kata dan akhirnya aku kerjakan sendiri. Seketika itu juga aku berpikir andai aku beri yang bersangkutan di atas 3.000 kata dengan ‘deadline’ yang pantas antara jarak aku akan kirim ke klien akhirku, apa nantinya aku tidak gagal deadline dan SATU KLIEN POTENSIALKU HILANG gara-gara menunggu seorang idealis yang tidak jelas? Ini adalah satu kehebohan atau mungkin keanehan yang aku alami dan yang bikin geregetan lagi dua hari setelah aku kirim pekerjaan terjemahan itu, ada kejadian heboh dan aneh nomor dua yang aku alami. Aku menerima sebuah CV dari pencari kerja (masih sama mahasiswa dan satu teman dengan yang bersangkutan di atas) yang cukup membuat aku tersinggung. Emang aku ini babu apa? Sebuah email kosong yang hanya berisi CV.

Adik-adik mahasiswa, ingat ya bahwa dunia kerja/profesional tidak sama sekali dengan dunia kalian saat ini. What you get in your university only goes less than 5% to what we have here right now. Kalian boleh idealis namun jangan ‘aneh’ atau ‘aneh-aneh’. Behave well! behave well!

*semoga pada denger

Advertisements

3 responses to “Sang Idealis ‘Aneh’

  1. He, he, he, he. Dari dulu emang gitu bos. Yang namanya “mahasiwa”, eh sori salah “mahasiswa” ya selalu mengecewakan, seperti yang pernah aku kasih job dulu (via mas Brahim, he, he, he, he sori loh mas Brahim, jadi kebuka).

    Terus berjuang bro!!! Masih banyak penerjemah2 hebat di jalanan. Ntar pasti ketemu.

    • Ini masalahnya bukan mainan bro. Cari satu klien aja itu susah dan harus dirawat bak permaisuri. Kalau sudah urusan deadline, GAK ADA KOMPROMI buat aku. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s